04 August 2021, 15:05 WIB

Perusahaan Jerman ini Siap jadi Pesaing SpaceX dalam Industri Roket


Adiyanto | Weekend

SEJUMLAH industri manufaktur Jerman bakal memproduksi roket mini untuk menopang penjelajahan luar angkasa. Ini merupakan partisipasi sektor swasta negara itu dalam persaingan misi antariksa, seperti yang dilakukan perusahaan besar AS, SpaceX.

Dengan proyek khusus itu, Jerman menjadi pemain serius dalam perlombaan untuk menyediakan peluncur mini guna peningkatan jumlah satelit kecil pengamat bumi. Selain itu, misi ini juga  dapat membantu pnyediaan konektivitas internet dan kendaraan pintar.

Pada akhir Juli, perusahaan Jerman Rocket Factory Augsburg (RFA) telah sukses melakukan tes  pertama roket "RFA One", di lokasi pengembangannya di Kiruna, Swedia.

Sistem "pembakaran bertahap" roket digunakan oleh SpaceX milik Elon Musk dan Blue Origin milik Jeff Bezos, tetapi belum diluncurkan di Eropa.

Menurut direktur operasional RFA Joern Spurmann,  roket itu memungkinkan 30% lebih banyak muatan untuk dibawa ke orbit bumi.

Perusahaan Jerman lainnya, HyImpulse yang berbasis di Baden-Wuerttemberg, juga telah melakukan uji mesin selama 20 detik di Kepulauan Shetland pada Mei, menggunakan bahan bakar berbasis lilin untuk memaksimalkan efisiensi.

"Teknologi kami cukup maju untuk melayani pasar peluncur mini," kata salah satu pendiri HyImpulse, Christian Schmierer, seperti dikutip AFP, Rabu (4/8).

Sementara itu, Isar Aerospace, yang dijalankan dari luar Munich oleh tiga direktur berusia tiga puluhan, belum melakukan uji mesin pertamanya. Tetapi, perusahaan itu yang paling banyak memiliki dana karena didukung oleh banyak investor, seperti Bank Swiss Lombard Odier, pemodal ventura HV Capital dan perusahaan induk Porsche SE. 

Mereka kabarnya telah mengumpulkan lebih dari 150 juta euro (US$180 juta) dalam pendanaan. Perusahaan itu berharap dapat meluncurkan roket "Spectrum" untuk pertama kalinya pada tahun depan.

Isar Aerospace memerkirakan pasar mini-launcher (roket peluncur mini) akan tumbuh menjadi lebih dari 30 miliar euro pada 2027, dengan satelit berukuran kecil dan menengah membentuk sekitar sepertiganya.

"Roket besar seperti bus jarak jauh yang menurunkan semua penumpangnya di halte yang sama. Peluncur mikro bekerja seperti taksi, menempatkan satelit tepat di tempat yang diinginkan klien," jelas Christian Schmierer dari HyImpulse. (M-4)

 

 

BERITA TERKAIT