28 July 2021, 18:18 WIB

Ternyata Ini Kata yang Paling Sering Diigaukan Orang Saat Tidur


Nike Amelia Sari | Weekend

Lebih dari dua pertiga orang akan tidur sambil berbicara selama hidup mereka, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di Sleep Medicine. Berbicara dalam tidur atau mengigau adalah gangguan parasomnia yang disebut somniloquy (gangguan tidur yang ditandai dengan berbicara selama tidur).

Dr. Kannan Ramar, profesor kedokteran di Mayo Clinic di Rochester, Minnesota, mengatakan bahwa para ahli tidak yakin mengapa hal itu terjadi.

"Beberapa tahap tidur berbicara dapat berlangsung selama 30 detik dan terjadi hanya sesekali, sementara yang lain melaporkan berbicara sambil tidur untuk jangka waktu yang lebih lama dan lebih sering dalam periode tidur," kata Rebecca Robbins, ilmuwan tidur di Brigham & Women's Hospital dan Instruktur Kedokteran di Sekolah Kedokteran Harvard seperti dilansir dari cnn.com, Senin (25/7).

Faktor genetika atau peningkatan konsumsi alkohol mungkin berperan, kata Ramar. Sedangkan faktor lainnya adalah stres yang berlebihan, tambahnya. 

"Karena kecemasan dapat menjadi kontributor untuk berbicara sambil tidur, beberapa orang mungkin mengungkapkan perasaan, kekhawatiran, atau merenungkan hari mereka," ujar Ramar.

Pembicaraan dapat berkisar dari beberapa kata yang tidak masuk akal hingga kalimat lengkap dan biasanya tidak berbahaya, kata Robbins.

Para peneliti menganalisis pola bicara saat tidur lebih dari 230 orang dan menemukan kata yang paling umum adalah "tidak". Studi yang dipublikasikan di jurnal Sleep ini juga menemukan hampir 10% orang menggunakan kata-kata kotor saat tidur.

Studi ini juga menemukan bahwa orang-orang berhenti sejenak selama percakapan dalam pembicaraan tidur mereka untuk membiarkan orang imajiner berbicara kembali kepada mereka sebelum merespons. Ini menunjukkan bahwa otak yang tidur dapat berfungsi pada tingkat yang tinggi atau dapat menyesuailkan dengan kenyataan, ujar Robbins.

Robbins mengungkapkan berbicara sambil tidur biasanya tidak berbahaya dan tidak terkait dengan masalah mental atau fisik apa pun. Dia menyarankan orang berbicara tentang tidur mereka berbicara dengan pasangan mereka.

Lebih lanjut, Robbins menambahkan bahwa memodifikasi gaya hidup untuk mengurangi konsumsi alkohol dan meningkatkan jam tidur dapat membantu. Selain itu, penting juga untuk menemukan cara dalam mengurangi stres.

Ramar juga menambahkan orang tidak boleh minum kafein di sore hari dan mereka harus mencoba tidur dan bangun pada waktu yang sama untuk mengatur energi mereka.

Jika hal ini tidak berhasil, Robbins merekomendasikan orang menemui spesialis tidur sehingga mereka dapat melakukan rekaman tidur semalaman untuk menganalisis dan menyelesaikan situasi dengan lebih baik. (CNN/M-2) 

BERITA TERKAIT