06 June 2021, 06:25 WIB

Arsip Lain Reda Gaudiamo


Jek/M-2 | Weekend

DI dunia musik Tanah Air, banyak orang mengenal Reda Gaudiamo sebagai tandem dari almarhum Ari Malibu, dalam duo Ari Reda. Duo itu sudah terbentuk sejak 1980-an. Berkat sajak-sajak Sapardi Djoko Damono yang mereka musikalisasikan, Ari Reda tetap lekat di benak pencinta musik sampai kini, meski keduanya telah terpisah sejak wafatnya Ari pada 2018.

Di sisi lain, mungkin belum banyak yang tahu bahwa Reda punya arsip musik lain. Akhir Mei lalu, kita sudah bisa mendengarkan Nyanyian Laut, album Reda di dalam kelompok musik Komplotan. Di samping Reda, Komplotan terdiri dari Ivan Haris Prikurnia, Jubing Kristianto, Jonky Bimasuka, Tunjung Rukmo, dan Zainul Asikin.

Album fisik Nyanyian Laut sebenarnya sudah rilis sedekade silam. Tapi, versi digitalnya baru hadir di kanal dengar streaming baru-baru ini. Terdiri dari 12 trek, Nyanyian Laut banyak memasukkan lagu-lagu yang bernuansa countryblues-rockabilly. Vokal Reda yang liris seperti di duo Ari Reda sedikit ditemui di sini. Ada di beberapa trek memang, tapi agaknya yang ingin disampaikan lewat album ini bukanlah warna yang itu.

Saksikan Mentari, trek pembuka album ini langsung menyuguhkan balada country dengan gitar Jubing dan drum dari Jonky yang lebih kentara dari instrumen lain. Pecah suara yang jadi suara latar di sini, mengingatkan pada karakter suara Endah Widiastuti (Endah N Rhesa). Tema yang diajukan di sini, soal persahabatan.

Nyanyian Laut juga banyak mengajukan tema-tema hubungan manusia dengan alam. Tema lingkungan, misalnya, bukan saja tecermin dari judul-judulnya, seperti Saksikan Mentari, Mengalirlah Sungai, Ladang Jagung, Pagi dan Hutan Pinus, dan Dansa Putri Malu. Tapi liriknya juga merefleksikan situasi lingkungan yang tergusur atas nama pembangunan.

Di trek ketiga, yang jadi tajuk album, Nyanyian Laut, karakter rockabilly lebih kentara. Bas dari Tunjung Rukmo serta drum Jonky lebih banyak berperan memberi nyawa. Meski, tetap diberikan ruang untuk solo gitar Jubing. Kali ini, Zainul Asikin dan Ivan Haris mengisi vokalnya, sedangkan Reda menjadi vokal latar.

Ladang Jagung tampaknya menjadi trek dengan pernyataan yang paling tegas dari tema hubungan manusia dan lingkungannya di Nyanyian Laut. Melalui kisah ladang jagung yang berubah menjadi pabrik baja, dibalut dengan aransemen bernuansa country. Menggenapi nomor ini dengan aransemen yang sewarna dengan trek pembuka dan trek Sel Nomor 3.

Jika Anda familier dengan komposisi ala Ari Reda, itu bisa ditemukan di trek kelima, Mengalirlah Sungai. Dengan nuansa yang lebih tenang dan kalem bila dibanding trek-trek pendahulu, barangkali pendengar lebih akrab dengan vokal Reda di Mengalirlah Sungai dengan komposisi aransemen yang minim, petikan gitar yang saling bersilang dengan vokalnya. Ini juga bisa didengar via Buaian: di Balik Mata, Pagi dan Hutan Pinus, dan Segumpal Kata.

Album ini ditutup dengan tempo yang kembali semangat seperti pada trek pembuka lewat lagu Minggu Pagi yang Malas. Zainul Asikin dan Ivan Haris Prikurnia kembali mengisi vokal utama. Drum Jonky terasa lebih tebal dibanding instrumen lain. (Jek/M-2)
 

BERITA TERKAIT