17 May 2021, 20:00 WIB

WarnerMedia dan Discovery Merger Membentuk Raksasa Streaming


Adiyanto | Weekend

Perusahaan telekomunikasi AS AT&T mengumumkan bakal menggabungkan unit usaha mereka, WarnerMedia, yang memiliki CNN dan HBO dengan media Discovery. Kolaborasi ini disebut-sebut bakal menciptakan raksasa streaming yang dapat bersaing dengan Netflix dan Disney +.

Jika kesepakatan ini rampung, AT&T akan menerima US$43 miliar dan pemegang saham AT&T akan mengambil saham yang mewakili 71% dari perusahaan baru tersebut, dengan pemegang saham Discovery memiliki 29%.

Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan Senin (17/5), upaya merger itu digambarkan sebagai  salah satu upaya untuk menjadi layanan streaming global terbesar.

Kesepakatan itu akan menggabungkan hiburan premium WarnerMedia, olahraga dan aset berita dengan nonfiksi terkemuka Discovery, serta bisnis hiburan dan olahraga internasional untuk menciptakan perusahaan hiburan global yang utama dan berdiri sendiri.

Merger tersebut dapat menjadi penantang bagi para pemimpin industri streaming seperti Netflix dan Disney +, yang telah mendapat lonjakan jumlah pelanggan selama pandemi.

Namun, perlambatan pertumbuhan platform streaming kerajaan Disney antara Januari dan Maret membuat investor resah dan menyebabkan saham grup anjlok minggu lalu.

AT&T membeli Time Warner pada 2018 seharga US$80 miliar, lalu menamainya WarnerMedia, yang memiliki HBO, studio Warner Bros., dan saluran kabel seperti CNN. Sementara Discovery memiliki saluran di 220 negara.

WarnerMedia memiliki penjualan bersih US$30,4 miliar pada t 2020, dan Discovery yang memiliki Eurosport, US$ 10,7 miliar. (AFP/M-4)

BERITA TERKAIT