28 April 2021, 15:12 WIB

Danau di Turki ini Kian Ngetop Setelah Disebut NASA Mirip di Mars


Adiyanto | Weekend

AIR yang biru dan hamparan pasir putih, membuat Danau Salda di Turki menarik untuk dikunjungi, terlebih setelah badan antariksa Amerika Serikat (NASA) menyebut danau itu menyembunyikan rahasia tentang kehidupan di Planet Mars.

Mereka mengatakan danau itu mungkin menyerupai apa yang tampak seperti Mars "berair" miliaran tahun yang lalu.

Sekarang, danau seluas 4.370 hektare (16,9 mil persegi) di barat daya Turki itu, telah dipilih oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan sebagai bagian dari proyek untuk menciptakan lebih banyak ruang hijau bagi masyarakat umum.

Namun, berita tersebut menjadi pukulan bagi para aktivis lingkungan yang khawatir kepentingan NASA dan Erdogan, dapat mendorong wisatawan berkunjung  sehingga mengancam habitat dan ekosistem di danau itu.

"Masa depan danau terancam jika jutaan orang datang," kata ketua Asosiasi Pelestarian Danau Salda Gazi Osman Sakar.

Danau ini terkenal karena pasir putihnya yang berkilau serta flora dan fauna endemik seperti ikan, dan rumput laut Salda. Ada juga mineral yang berbeda asal-usulnya. NASA mengira salah satunya, hidromagnesit, mirip dengan mineral karbonat yang terdeteksi di Kawah Jezero - bekas danau di Mars yang sekarang sedang mereka jelajahi.

“Sedimen hidromagnesit di sepanjang garis pantai Danau Salda diperkirakan telah terkikis dari gundukan besar yang disebut 'mikroba',  batuan yang terbentuk dengan bantuan mikroba," kata NASA.

Ini semua menjadi misteri tentang kemungkinan kehidupan di Mars, dalam beberapa bentuk mikroba di masa lalu. Ada banyak danau tektonik seperti Salda di seluruh dunia. Namun yang membuat Salda unik, kata insinyur geologi Servet Cevni, adalah transformasi danau menjadi ekosistem tertutup dengan mekanisme kehidupannya sendiri.

"Karena masih hidup, sangat sensitif terhadap intervensi dari luar," kata Cevni kepada AFP.

Intervensi itu setidaknya sudah terlihat dengan adanya sembilan bangunan kecil yang muncul di dekat Taman Rakyat yang direncanakan di tepi danau. “Proyek itu harus dibatalkan," kata Sakar.

Sakar dan kelompoknya ingin danau itu terlarang bagi perenang guna melestarikan ekosistemnya. Sebagai gantinya, dia mengusulkan untuk membuat pos pengamatan bagi pengunjung untuk melihat danau. "Jika organisme bersel tunggal mati, Salda habis," kata Cevni. (AFP/M-4)

BERITA TERKAIT