15 April 2021, 10:45 WIB

Jagger Buat Lagu yang Mengolok Penganut Konspirasi


Fathurrozak | Weekend

VOKALIS Rolling Stones, Mick Jagger berkolaborasi dengan frontman Foo Fighters Dave Grohl. Lewat Eazt Sleazy, Jagger mengaku jika lagu itu sengaja untuk mengolok-olok ke para penganut teori konspirasi covid-19.

"Menyuntikkan vaksin/ Bill Gates ada di aliran darah saya/ Ini mengontrol pikiran" demikian petikan lagu yang dikatakan Jagger ditulis saat ia menjalani masa lockdown. 

Kolaborasinya dengan Grohl juga bukan sekonyong-konyong. Keduanya pernah bertemu beberapa kali dan tetap berkomunikasi. Mereka pernah bertemu dalam pertunjukan di Saturday Night Live.

Dalam kolaborasi ini, Jagger berbagi tugas untuk mengisi gitar dengan Grohl, yang juga memainkan bass dan drum - sama saat seperti Grohl mengulangi perannya di Nirvana. “Saya suka gayanya (Grohl), dia musisi yang hebat. Rocker yang punya banyak energi,” kata Jagger dikutip dari BBC, Kamis, (14/4).


Musisi 77 tahun itu sendiri yakin kemampuan adaptasinya telah membantunya "berguling dengan pukulan" melalui ketidakpastian dalam masa pandemi. Optimisme itu telah meluas ke musiknya, termasuk kolaborasi kejutan - jarak jauh tersebut. Matt Clifford, yang merupakan mitra lawas Jagger memproduseri proyek kolaborasi ini. Pada 2017, Clifford terlibat dalam karya solo Jagger, Gotta Get a Grip dan England Lost.

Sementara tetap kreatif dalam bermusik, Jagger memutuskan untuk membatalkan penerbitan otobiografinya. Baginya, mengenang masa lalu terasa melelahkan dan sebab itu ia lebih memilih mengembalikan uang kepada penerbit. 

“Saya benar-benar tidak menikmatinya ... menghidupkan kembali hidup saya, sehingga itu merugikan hidup saya di saat ini. Dibutuhkan banyak emosi, untuk menghidupkan kembali persahabatan, menghidupkan kembali kenangan suka dan duka,” katanya ayah delapan anak itu.

Jagger juga merasa proses penulisan otobiografi itu terasa membosankan dan menjengkelkan. Bahkan kemudian, musisi yang juga aktor dan produser film itu mengaku tidak ingat jika sudah menulis otobiografi itu pada era 80-an.  

Keputusan Jagger tersebut tampaknya pukulan besar untuk sang penerbit, John Blake. Sebab selain sudah menunggu lama, dalam artikel the Spectator pada 2017, ia mengklaim telah memiliki salinan manuskrip otobiografi Jagger. Blake juga menyebut naksah yang berisi 75 ribu kata itu sebagai mahakarya kecil meski bentuknya yang tidak utuh.

Meski menghentikan penerbitan saat ini, Jagger tetap terpikir untuk meneruskan otobiografinya pada suatu waktu walau entah kapan. “Saya menulis banyak lagu dan menyelesaikan rekaman. Jelas, itu tidak sebaik berada dalam situasi saat bersama di ruangan yang sama dengan sekelompok musisi. Maksud saya, sebenarnya tidak ada yang bisa menggantikan momen dan pengalaman itu. Tapi salah satu hal yang membuat saya bisa melewati masa lockdown adalah bisa bermain musik dan mendirikan studio kecil, di mana pun,” ungkap Jagger, yang pada Februari lalu mengisi narasi dengan membaca puisi untuk ulang tahun Royal Albert Hall London. (M-1)

BERITA TERKAIT