09 April 2021, 06:00 WIB

Busana Berbahan Ulos Karya Athan Siahaan Tembus Pasar Luar Negeri


Ardi Teristi Hardi | Weekend

KAIN Ulos di tangan desainer Athan Siahaan mampu menjadi busana yang indah. Bahkan, busana berbahan kain Ulos karyanya telah menembus pasar luar negeri, dari Bangkok, Jepang, India, hingga Italia.

Athan bercerita, dirinya awal mula tertarik untuk berkreasi dengan kain
Ulos setelah dirinya berkeliling di kampung halaman di Sumatera Utara pada 2009. Saat itu, banyak pengrajin Ulos yang ditemui tingkat kesejahteraan belum begitu signifikan. Misalnya, banyak anak-anak pengrajin Ulos saat itu yang belum sekolah.

"Keinginan saya ya semata-mata ingin membuka pasar bagi produk tradisional ulos. Saya jual ke temen-temen di luar Sumatera Utara bahkan ke luar negeri," kata dia ketika berbincang dengan wartawan di Jogja secara virtual, Kamis (8/4).

Tak disangka, peminatnya ternyata banyak. Athan pun bersemangat untuk terus mengangkat kearifan lokal dan ekonomi masyarakat pengrajin ulos.

Tingginya minat terhadap busana dari bahan kain Ulos juga tampak pada
Indonesia Fashion Parade 2021. Peragaan busana yang menampilkan beragam
kain tradisional Indonesia tersebut diselenggarakan dari 30 Maret - 1 April 2021 di Hotel Allium, Tangerang. Puluhan desainer kenamaan tanah air memeriahkan parade peragaan busana tersebut.

Keunikan Athan mengatakan, kain Ulos memiliki keunikan yang membuatnya diincar oleh pecinta fesyen. Pertama, kain Ulos unik dari sisi pembuatan, terutama yang  masih dibuat secara manual.

"Kain Ulos yang masih dibuat dengan handmade  memiliki keunikan tersendiri. Produksinya benar-benar manual dari bahan bahan alami, dan pewarna alami," kata dia.

Namun, seiring waktu saat ini banyak produk kain Ulos yang dibuat dengan benang sintetis dan mesin. Athan mengatakan, dirinya ingin mempertahankan produksi kain Ulos dipertahankan dengan secara manual (handmade).

Pasalnya, produksi kain Ulos dengan mesin bisa membunuh kain ulos
tradisional.

"Itulah yang membuat saya lebih tertantang untuk mengangkat
keunikan Ulos manual," kata dia.

Ia juga menyatakan, motif kain Ulos sangat unik dan beragam. Teknik
menenun dilakukan secara manual. Benang-benang disusun satu-satu hingga
membentuk motif dan corak yang menggambarkan harkat martabat masyarakat
Batak. Motif yang dibentuk mulai dari jenis-jenis tumbuhan, satwa, khasznah alam, hingga budaya Batak

Di tengah semakin tingginya minat masyarakat terhadap kain Ulos, Athan
berharap, kain Ulos Batak dapat menjadi potensi ekonomi kreatif.

"Anak-anak muda (harapannya) bisa memanfaatkan potensi bangsa sendiri,"
kata dia.

Misalnya, kalaupun tidak memproduksi, setidaknya mereka bangga dengan produk-produk Ulos, mengenakannya, dan memakai produk-produk dari
bahan Ulos tradisional.

baca juga: Beras Ketan Langka Perajin Kuliner Tasikmalaya Pusing

Di sisi yang lain, ia juga berharap, setidaknya pemerintah memberikan
perhatian terhadap kain Ulos karena saat ini Ulos menjadi karya seni yang sedang banyak digemari. Pemerintah diharap ikut berkontribusi dengan mengadakan banyak pelatihan dan seminar, pelatihan kerajinan untuk pelestarian. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT