06 April 2021, 12:20 WIB

The Weeknd Sumbang Rp14 Miliar untuk Warga Ethiopia


Fathurrozak | Weekend

PENYANYI R&B The Weeknd berjanji untuk menyumbangkan US$1 juta (Rp14 miliar lebih) kepada warga Ethiopia yang terjebak dalam konflik di Tigray. Konflik yang tengah berlangsung sejak November di Ethiopia antara tentara negara tersebut dan Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF) dan berlangsung hingga kini telah menyebabkan jutaan orang kehilangan tempat tinggal.

Tak pelak, situasi tersebut mengundang empati Abel Tesfaye, atau dikenal dengan nama panggung The Weeknd yang merupakan anak dari imigran Ethiopia. Ia lahir dan besar di Kanada. 

“Hati saya hancur, karena warga sipil di Ethiopia yang tidak bersalah mulai dari anak-anak kecil hingga orang tua dibunuh secara tidak masuk akal,” katanya melalui akun Instagramnya, kemarin, (5/4). Lewat unggahan itu, ia mengatakan jika sumbangannya akan disalurkan melalui World Food Program milik PBB. Dana yang disumbangkan pria berusia 31 tahun ini diperkirakan bisa memenuhi kebutuhan dua juta suplai makanan.

Konflik dimulai ketika Perdana Menteri Abiy Ahmed mengirim pasukan ke wilayah Tigray, setelah menuduh TPLF menyerang pangkalan militer pemerintah. TPLF telah menjadi partai yang berkuasa di daerah tersebut, tetapi berselisih dengan Abiy karena upayanya untuk meningkatkan kekuasaan pemerintah pusat.

Pekan lalu, penyelidikan BBC Africa Eye menemukan bukti yang menunjukkan militer Ethiopia telah melakukan pembantaian di Tigray dan menewaskan sedikitnya 15 orang. Dikutip dari BBC, (6/4), sejauh ini lebih dari dua juta orang telah meninggalkan rumah mereka untuk melarikan diri dari pertempuran, menurut pemerintahan sementara Tigray. Kondisi itu menyebabkan lebih dari empat juta orang membutuhkan bantuan, tambah mereka.

Sejak memulai rekaman pada 2010, The Weekend telah menjadi salah satu bintang tangga lagu terbesar dalam dekade terakhir. Dalam wawancara pada medio 2015 dengan Rolling Stone, ia mengungkapkan warisan budaya Ethiopia yang masih melekat dalam dirinya, termasuk semasa kecilnya di Kanada. Neneknya, akan membawanya ke kebaktian di gereja Ortodoks Ethiopia mereka di Kanada, kenang Abel saat itu. Bahasa pertamanya juga adalah Amharik, dan gaya vokalnya, diakuinya dipengaruhi oleh penyanyi Ethiopia Aster Aweke. (M-1)

BERITA TERKAIT