29 March 2021, 07:00 WIB

Pameran World Press Photo tetap Digelar di Hong Kong


Adiyanto | Weekend

PAMERAN pemenang World Press Photo dibuka di tempat berbeda di Hong Kong pada Minggu (28/3) setelah universitas setempat membatalkan acara yang menampilkan gambar protes pro-demokrasi di kota itu pada 2019 karena kekhawatiran keamanan.

Pameran itu semula akan diadakan mulai 1 Maret di Universitas Baptis Hong Kong, tetapi mereka menarik diri tiga hari sebelum pembukaan dengan alasan masalah keselamatan dan keamanan, sehingga memaksa panitia penyelenggara mencari tempat baru.

Setelah acara pembukaan pada Minggu, pameran yang menampilkan jurnalisme visual terbaik dunia itu akan dibuka untuk umum dari 29 Maret hingga 10 April di tempat pribadi.

"Kami sangat yakin bahwa ini adalah perayaan jurnalisme visual dan orang-orang Hong Kong harus dapat melihat karya-karya yang berdampak ini," kata Claudia Hinterseer, anggota panitia penyelenggara kepada AFP.

"Ini bukan pameran yang dikurasi dengan cara tertentu dari Hong Kong. Tidak ada sikap, tidak ada sisi politik dalam pameran ini," tambahnya.

Pameran ini menampilkan 10 foto, termasuk protes pro-demokrasi di Irak, Aljazair, dan Hong Kong serta tema lainnya seperti perubahan iklim.  Pameran ini juga menampilkan foto protes pro-demokrasi yang seringkali disertai kekerasan yang melanda kota itu pada tahun 2019.

Fotografer AFP Yasuyoshi Chiba mengantongi hadiah utama tahun lalu yang menampilkan foto seorang pria di Sudan sedang membaca puisi selama protes anti-pemerintah. (AFP/M-4)

BERITA TERKAIT