07 March 2021, 13:16 WIB

Baterai ini cuma Butuh 5 Menit untuk Mengisi Daya Mobil Listrik


adiyanto | Weekend

SEBUAH perusahaan rintisan tekonologi asal Israel sedang mengembangkan baterai yang dapat mengisi daya mobil listrik hanya dalam waktu lima menit.

Pihak StoreDot, demikian nama perusahaan itu mengaku telah mengembangkan baterai lithium-ion generasi pertama yang dapat menyaingi waktu pengisian mobil standar di pom besin.

"Kami mengubah seluruh pengalaman pengemudi, masalah kecemasan jangkauan ... bahwa mobil Anda mungkin takut terjebak di jalan raya tanpa energi/daya ," kata pendiri StoreDot, Doron Myersdorf, seperti dilansir AFP, Minggu (7/3).

“Inovasi tersebut bisa memangkas waktu yang dibutuhkan untuk mengisi ulang mobil listrik,” imbuhnya.

Perusahaan yang berbasis di Herzliya, dekat Tel Aviv ini, didukung empat investor utama yakni pabrikan mobil Jerman Daimler, British Petroleum dari Inggris, dan raksasa elektronik Samsung, dan TDK.

Myersdorf, yang mendirikan perusahaan ini pada 2012, telah menguji baterai pada ponsel, drone, dan skuter, sebelum menerapkannya pada kendaraan listrik.

Revolusi

Tetapi Eric Esperance, seorang analis di perusahaan konsultan Roland Berger, memperingatkan meskipun pengisian daya sangat cepat ini akan menjadi revolusi, banyak tahapan yang mesti dilalui

"Kami masih jauh dari pasar industri otomotif," katanya kepada AFP.

Pada 2019, Hadiah Nobel Kimia dianugerahkan kepada John Goodenough dari AS, Stanley Whittingham dari Inggris, dan Akira Yoshino dari Jepang atas penemuan baterai lithium-ion.

"Baterai yang ringan, dapat diisi ulang, dan bertenaga ini, sekarang digunakan dalam segala hal, mulai ponsel hingga laptop dan kendaraan listrik," kata Royal Swedish Academy of Sciences dalam pemberian hadiah nobel, kala itu.

Myersdorf mengatakan pengisian secara cepat bukanlah bagian dari desain asli yang memenangkan Nobel, jadi dia mengerjakan apa yang dianggap tidak mungkin, yakni baterai lithium-ion yang dapat digunakan dalam beberapa menit.

Para insinyur di perusahaan itu mengganti grafit asli di anoda negatif baterai dengan silikon.

"Kami mengambil inovasi luar biasa dari baterai lithium-ion dan meningkatkannya ke kemampuan pengisian daya yang sangat cepat," katanya.

Baterai dirakit di laboratorium yang dilengkapi dengan kotak kaca besar, disegel agar oksigen tidak masuk.

Ahli kimia StoreDot mampu membuat 100 baterai seminggu, dikirim ke perusahaan untuk kemungkinan digunakan dalam produk mereka.

"Kami sedang berupaya membawa  ini ke pasar dengan merancang fasilitas manufaktur yang dapat memproduksi baterai ini secara massal," kata Myersdorf.

Juri Nobel memuji baterai lithium-ion karena mampu menyimpan sejumlah besar energi dari tenaga surya dan angin, memungkinkan masyarakat bebas bahan bakar fosil.

Namun, penerapan tekonologi ini masih butuh proses. Stasiun pengisian, misalnya, harus disesuaikan untuk baterai generasi baru, dengan biaya antara US$1500 dan US$10.000 tergantung pada kapasitas.

Harga m,obil listrik juga masih mahal, dan pada 2019 mereka hanya mewakili 2,6% dari penjualan global, menurut Badan Energi Internasional.

Bagi Myersdorf, semakin cepat dunia beralih ke kendaraan listrik semakin baik dan itu menunjukkan berdampak besar pada planet ini.

Namun, baik ekstraksi dan daur ulang lithium, dapat menimbulkan tantangan ekologi, politik, dan ekonomi, untuk sekadar diatasi oleh teknologi. (AFP/M-4)

BERITA TERKAIT