06 March 2021, 13:32 WIB

Golden Bear untuk Bad Luck Banging or Loony Porn di Berlinale


Fathurrozak | Weekend

 

Berlin International Film Festival atau yang juga lebih akrab dikenal dengan Berlinale telah berakhir pada Jumat (5/3). Festival yang berlangsung selama lima hari itu telah menetapkan para pemenangnya.

Film terbaik dinobatkan pada film garapan sutradara Radu Jude. Diproduseri oleh Ada Solomon, film ini merupakan ko-produksi Rumania, Luksemburg, Kroasia, dan Republik Ceko. Film ini berkisah tentang Emi, guru sebuah sekolah yang karier dan reputasinya terancam setelah rekaman seks pribadinya bocor di internet. Ia pun terpaksa harus menemui para orangtua murid, dan tidak mau menyerah pada tekanan yang menghampirinya.

Melihat trailer Bad Luck Banging or Loony Porn, sutradara Radu Jadu tampak bermain dengan bentuk naratif film, dengan menyajikan filmnya dalam bentuk yang non-konvensional. Dewan juri Berlinale pun memberikan penghargaan Golden Bear pada film ini lantaran dianggap memiliki kualitas yang jarang dimiliki oleh kebanyakan film. 

“Ini adalah film yang rumit dan juga liar, pintar dan kekanak-kanakan, geometris dan vibrant, tidak tepat dalam cara terbaik. Menyerang penonton, menimbulkan ketidaksepakatan, tetapi tidak meninggalkan siapa pun dengan jarak yang aman,” bunyi pernyataan dewan juri Berlinale, dikutip dari situs resmi, Jumat, (5/3).

Dewan juri pada Berlinale ke-71 di tahun ini adalah Ildikó Enyedi (Hungaria), Nadav Lapid (Israel), Adina Pintilie (Rumania), Mohammad Rasoulof (Iran), Gianfranco Rosi (Italia) dan Jasmila Žbanić (Bosnia dan Herzegovina).

Sementara itu, film asal Jepang garapan sutradara Ryusuke Hamaguchi, Guzen to Sozo (Wheel of Fortune and Fantasy) mendapat piala Silver Bear Grand Jury Prize. Film garapan sutradara Korea Hong Sangsoo, Inteurodeoksyeon (Introduction) meraih Silver Bear untuk Best Screenplay.

Berlinale yang pada tahun ini menghapuskan penghargaan berdasar gender, memberikan piala Silver Bear untuk Best Performance pada Maren Eggert atas perannya dalam film Ich bin dein Mensch (I'm Your Man), garapan Maria Schrader (Jerman).

“Kehadirannya membuat kami penasaran. Pesonanya membuat kami berempati. Dan kualitasnya memungkinkan kami untuk merasakan, tertawa, dan mengajukan pertanyaan. Dengan percaya diri menghidupkan naskah yang luar biasa, didukung oleh kolega yang luar biasa dan sutradaranya, dia menciptakan karakter yang berkesan yang dapat kita identifikasi - menuntun kita untuk memikirkan tentang kehadiran dan masa depan kita, hubungan kita dan apa yang sebenarnya kita inginkan untuk diri kita sendiri,” bunyi pernyataan juri atas peran Eggert.


Dan piala Silver Bear untuk Best Supporting Performance diberikan pada Lilla Kizlinger di film Rengeteg - mindenhol látlak (Forest - I See You Everywhere) garapan sutradara Bence Fliegauf (Hungaria). Dewan juri terkesan atas permainan Kizlinger di film itu. Salah satu yang berkesan adalah bagaimana ia memikul sebagai karakter yang masih muda ia memikul tanggung jawab di pundaknya.

“Dengan kekuatan interpretasinya saja, dengan kehadirannya yang intensif, dia menarik ke permukaan lapisan tersembunyi dari adegan tersebut, yang sebenarnya mendefinisikan motif di balik film: ancaman dunia yang mengerikan, apa yang diwarisi oleh anak-anak masa kini dari kita, orang dewasa. Alih-alih memberi tahu kita, menjelaskan kepada kita, dia menyelesaikan tugas yang jauh lebih sulit untuk meningkatkan kebutuhan kita untuk memikirkan tentang pertanyaan-pertanyaan yang menghantui dan meresahkan masa kini. Dia memikat kami, dan melalui pesona, dia membuat kami berpikir,” kata dewan juri atas peran Kizlinger. (M-2) 

BERITA TERKAIT