05 March 2021, 22:26 WIB

Ini Alasan Bayu Skak Sisipkan Ludruk dalam Debutnya


Galih Agus Saputra | Weekend

Menyadari kedekatannya dengan seni ludruk, kreator konten, Bayu Skak, kembali mengangkat seni Jawa Timur-an itu ke dalam karyanya. Terbaru ia mencoba menyisipkan dialog dan adegan khas Ludruk di film 'Lara Ati' yang hendak diproduksi pertengahan Maret ini.

'Lara Ati' merupakan film keempat pemuda asal Malang, Jawa Timur tersebut. Akan tetapi, film yang diproduksi bersama Base Entertainment itu akan menjadi debutnya sebagai penulis cerita dan sutradara penuh, yang mana akan ia perankan sendiri bersama lawan main Tatjana Saphira dan Sahila Hisyam.

Dalam konferensi pers daring sekaligus peluncuran poster film 'Lara Ati', Jumat (5/3), Bayu menjelaskan nama sejumlah sosok, yang dewasa ini sangat identik dengan Ludruk. Mereka adalah Cak Kartolo, Cak Sapari, Ning Tini, hingga Eko Londo.

"Kenapa aku memasukkan Ludruk di karya-karyaku? Pertama mungkin karena khas Jawa Timur. Sama kalau sekarang kita lihat, pemain-pemainnya sudah semakin tua dan tidak ada regenerasi. Mungkin ada beberapa generasi anak muda, namun dengan saya memiliki karya berupa film, saya harap bisa terkenal lebih luas di kalangan masyarakat," kata salah satu pendiri grup komedi Sekumpulan Arek Kesel (Skak) tersebut.

Bayu mengatakan, sosok Cak Kartolo dan kawan-kawan ini patut disebut legenda hidupnya seni Ludruk. Sebab, karir mereka dalam kesenian itu sudah dimulai sejak masih muda atau lebih tepatnya di era 60 hingga 70an.

"Mereka ini sebenarnya juga selalu jadi 'scene stealer' di film-film saya sebelumnya. Mereka istilahnya selalu jadi 'underdog', tapi ketika tampil, mereka selalu jadi 'scene stealer'. Karena Ludruk itu 'nyamber'-nya cepet kan. Jokes satu sama lain itu cepat sekali nyautnya, jadi menurut saya itu keren banget," pungkas Bayu. (M-2) 

BERITA TERKAIT