03 March 2021, 14:00 WIB

Tiga Spesies Hiu Bercahaya Ditemukan di Laut dalam Selandia Baru


Bagus Pradana | Weekend

Para ilmuwan dari Université Catholique de Louvain di Belgia dikejutkan oleh penemuan mereka tentang tiga spesies hiu yang dapat bersinar dalam gelap yang hidup di perairan laut dalam Selandia Baru .

Dilansir dari bbc.com, Selasa (2/3), tiga Spesies tersebut ditemukan oleh para peneliti saat menyelam di area 'Chatham Rise' , sebuah area dasar laut di sebelah timur Kepulauan Selandia Baru,  pada Januari lalu.

Salah satu jenis hiu yang mereka lihat dengan kemampuan bioluminesensi ini adalah hiu kitefun 'sirip layang-layang' yang kemudian diklaim sebagai vertebrata bercahaya terbesar yang diketahui, dengan panjang mencapai 180 cm (5 kaki 11 inci).

Selain itu ada dua spesies hiu lain yang dikonfirmasi memiliki kemampuan bercahaya tersebut yaitu jenis Hiu Lentera Perut Hitam 'Blackbelly Lanternshark' dan Hiu Lentera Selatan 'South Lanternshark'.

Meski kemampuan bioluminesensi di laut dalam dari tiga spesies ini telah lama diketahui, penampakan langsung dari hiu yang menyala di lautan Selandia Baru ini merupakan fenomena bioluminesensi pertama yang ditemukan.

Para peneliti mengungkapkan kemampuan bioluminesensi dari tiga spesies hiu ini berasal dari ribuan photophores (sel penghasil cahaya) yang terletak di kulit hiu.

Ketiga spesies tersebut mendiami zona laut yang disebut zona mesopelagic (atau zona senja) yang berkisar di kedalaman 200 meter hingga 1.000 meter (kedalaman maksimum yang dicapai oleh sinar matahari).

Studi ini juga dipublikasikan di Frontiers in Marine Science journal yang terbit pada 26 Februari lalu.

"Studi eksperimental terhadap tiga spesies hiu bercahaya dari Selandia Baru ini memberikan wawasan tentang keragaman bioluminesensi pada spesies hiu dan menggarisbawahi perlunya lebih banyak penelitian untuk membantu memahami spesies penghuni laut dalam ini," papar Jerome Mallefet, peneliti senior yang membawahi studi ini. (M-4)

BERITA TERKAIT