02 March 2021, 09:00 WIB

Facebook News akan Dirilis di Jerman pada Mei 2021


adiyanto | Weekend

FACEBOOK akan meluncurkan platform beritanya di Jerman mulai Mei. Konten itu menyediakan artikel dari sekitar 100 media yang ada di Jerman.

"Facebook News, sebuah platform yang didedikasikan untuk konten jurnalistik akan diluncurkan dalam bahasa Jerman pada Mei 2021," kata raksasa media sosial yang berbasis di AS itu, dalam sebuah pernyataan, Senin (1/3).

Platform ini, diluncurkan di AS pada 2019 dan di Inggris pada Januari, memberikan pengguna konten berita yang dikurasi jaringan sosial terkemuka di dunia yang dibeli dari penerbit berita konvensional.

Facebook akan membayar penerbit/perusahaan media untuk konten mereka, seperti mingguan Die Zeit dan Der Spiegel, hingga harian regional seperti Rheinische Post.

Secara total, Facebook mengklaim platform mereka di Jerman akan menampung lebih dari 100 perusahaan media, termasuk grup besar seperti Funke dan Conde Nast. Namun, itu tidak termasuk taipan media Jerman Axel Springer, yang memiliki media seperti Die Welt dan harian Bild yang paling banyak dibaca di negara itu.

"Kami menganggap bermasalah bahwa beberapa platform di satu sisi mencoba menjadi media berita itu sendiri, sementara pada saat yang sama menipu penerbit dengan bayaran rendah dan tidak proporsional," kata juru bicara Axel Springer kepada AFP.

"Kami menganjurkan hak cipta Eropa yang memungkinkan semua perusahaan media menerima remunerasi yang wajar."

Facebook mengklaim platformnya akan membantu perusahaan media Jerman meraih pembaca baru, memonetisasi konten, dan memperluas model bisnis dengan cara yang berkelanjutan dan jangka panjang.

Untuk diketahui, dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan media, terutama cetak, telah berjuang dengan berkurangnya pendapatan iklan dan penuruna tiras, karena konten telah berpindah ke online yang tersedia secara gratis, sehingga memaksa sejumlah media tutup/bangkrut.

Dalam upaya untuk memulihkan keseimbangan antara media konvensional dan raksasa teknologi modern, Uni Eropa memasukkan apa yang disebut "hak bertetangga" dalam reformasi undang-undang hak cipta tahun 2019. Aturan ini memaksa raksasa digital untuk menandatangani perjanjian remunerasi dengan perusahaan media.

Namun, Facebook yang belum menandatangani perjanjian semacam itu, lebih memilih untuk fokus pada inisiatifnya sendiri seperti Facebook News dan Proyek Jurnalisme Facebook.

Pada Februari, Facebook menutup halaman beritanya untuk pengguna di Australia dan memblokir mereka dari berbagi konten berita apa pun selama beberapa hari, sebagai protes atas undang-undang yang diusulkan pemerintah negara itu untuk memaksanya membayar konten jurnalistik. Belakangan, hal itu diakhiri, setelah mereka setuju dan mencapai kesepakatan dengan anggota parlemen Australia. (AFP/M-4)

BERITA TERKAIT