23 February 2021, 16:35 WIB

Pola Makan Buruk Selama Kehamilan dapat Picu Obesitas pada Anak


Adiyanto | Weekend

Anak-anak yang lahir dari ibu yang makan terlalu banyak makanan olahan mengandung gula dan garam menghadapi peningkatan risiko obesitas.

"Anak-anak yang lahir dari ibu yang makan makanan berkualitas rendah selama kehamilan lebih mungkin mengalami obesitas atau kelebihan lemak tubuh," kata Ling-Wei Chen, peneliti dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas College Dublin, dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir AFP, Senin (22/2)

Chen mengatakan bukti menunjukkan 1.000 hari pertama kehidupan, dari konsepsi hingga usia dua tahun, sebagai periode kritis untuk mencegah obesitas pada masa kanak-kanak.

Obesitas di masa kanak-kanak, kata dia, sering kali berlanjut hingga dewasa dan dikaitkan dengan risiko diabetes tipe-2 yang lebih tinggi, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan masalah kesehatan lainnya.

Untuk menguji bagaimana pola makan ibu dapat mempengaruhi obesitas pada masa kanak-kanak, Chen dan rekannya menganalisis data yang dikumpulkan dari 16.295 pasangan ibu-anak di Irlandia, Prancis, Inggris, Belanda, dan Polandia.

Rata-rata, ibu berusia 30 tahun dan memiliki indeks massa tubuh (BMI) yang sehat, ukuran standar untuk obesitas yang dihitung berdasarkan berat badan, tinggi badan, dan jenis kelamin.

Para ibu tersebut melaporkan makanan yang mereka makan sebelum dan selama kehamilan. Lalu para peneliti menilai diet pada skala lima poin.

Responden dengan pola makan tersehat, kaya akan buah-buahan, sayuran, biji-bijian, produk susu rendah lemak kacang-kacangan dan polong-polongan, berada di salah satu ujung spektrum. Mereka yang banyak makan daging merah dan olahan, serta makanan yang dilumuri lemak jenuh, gula dan garam ada di ujung lainnya.

Selanjutnya, BMI anak dihitung pada awal, pertengahan, dan akhir masa kanak-kanak, kira-kira berusia 10 hingga 11 tahun.

Mereka menemukan bahwa anak yang lebih tua yang lahir dari ibu yang makan dengan buruk selama kehamilan, cenderung memiliki lebih banyak lemak secara signifikan dan lebih sedikit massa otot.

Namun, hampir tidak ada perbedaan yang terlihat pada anak-anak yang lebih kecil.

"Penemuan kami menunjukkan bahwa mempromosikan diet sehat secara keseluruhan, tinggi buah dan sayuran dan rendah karbohidrat olahan serta daging merah dan olahan, selama kehamilan dapat membantu mencegah obesitas pada masa kanak-kanak," kata ketua peneliti Catherine Phillips, juga dari University of Dublin.

Penelitian sebelumnya telah menemukantingkat massa otot yang rendah dapat dikaitkan dengan risiko diabetes gabungan, tekanan darah tinggi, dan obesitas yang lebih tinggi.

Para penulis penelitian itu mengingatkan studi observasional mereka tidak secara langsung menunjukkan sebab dan akibat, juga tidak menjelaskan secara biologis mengapa pola makan ibu yang buruk dapat menyebabkan obesitas pada masa kanak-kanak.

“Satu penjelasan yang mungkin terletak pada ranah epigenetik, yang merupakan efek non-genetik yang tetap dapat diturunkan,” kata Phillips. (AFP/M-4)

BERITA TERKAIT