23 February 2021, 00:14 WIB

Daft Punk Akhiri 28 Tahun Bersama dengan Dramatis


Fathurrozak | Weekend

Daft Punk, duo asal Paris yang tenar dengan sejumlah lagu dance dan pop elektronik paling populer telah berpisah. Mereka menyampaikan hal tersebut dengan video dramatis berdurasi delapan menit berjudul Epilog, yang diambil dari film mereka pada 2006, Electroma.

Dikutip dari Pitchfork pada Senin, (22/2), humas Daft Punk Kathryn Frazier pun membenarkan kabar perpisahan tersebut. Meski, tidak memberikan keterangan lanjut mengenai alasan pisahnya mereka.

Thomas Bangalter dan Guy-Manuel  de Homem-Christo bertemu pada pertengahan tahun 80-an di sekolah di Paris saat remaja. Mereka membentuk sebuah band rock bernama Darlin ', yang terinspirasi oleh lagu Beach Boys dengan nama sama, bersama teman mereka Laurent Brancowitz pada 1992 dan merilis sebuah lagu pada kompilasi label Duophonic Stereolab.

Lagu tersebut menerima review negatif di Melody Maker - yang menyebutnya sebagai "a daft punky thrash" - dan justru menginspirasi mereka mengubah review negatif tersebut menjadi nama band baru. Keduanya lalu memutuskan untuk fokus pada musik elektronik; Brancowitz hengkang dan akhirnya membentuk Phoenix.

Album debut keduanya, Homework (1997), menjadi landmark musik dance, yang menampilkan single klasik Around the World dan Da Funk. Daft Punk, bersama dengan manajer Pedro Winter, menetapkan arah mereka sendiri dari awal, menuntut kontrol artistik dan kepemilikan master mereka, yang telah mereka lisensikan ke label rekaman besar selama tahun.

Album Homework adalah salah satu yang terbaik dari gelombang album dansa elektronik pertengahan 1990-an dan membuat duo ini, yang pada titik itu masih tampil tanpa penyamaran, menjadi bintang internasional. 

Sekitar pergantian dekade, keduanya mengarang komik lucu tentang terluka dalam ledakan dan dipaksa bersembunyi di balik topeng robot, dan tidak pernah muncul di depan umum tanpa kedok tersebut.

Duo ini lalu merilis album kedua mereka, "Discovery" pada 2001, dipimpin oleh single "One More Time". "Disco-very" yang tersirat dalam judul itu bukan kebetulan, karena album tersebut lebih bernuansa pop daripada debut mereka. 

Single One More Time dan Harder, Better, Faster, Stronger mengokohkan mereka sebagai superstar global. Jejak mereka dalam imajinasi populer terus mengakar pada tahun-tahun berikutnya, dengan rekaman termasuk album ketiga Human After All, LP Alive 2007 versi live, dan album soundtrack Tron: Legacy.

Setelah 20 tahun dalam karier mereka, Daft Punk kembali meledak lagi dengan Get Lucky, single utama dari album keluaran 2013, Random Access Memories. Mereka merekam materi album itu dengan instrumen live dan tidak menggunakan peralatan digital apa pun (kecuali untuk campuran album).

Album ini menampilkan sekumpulan artis dan penyanyi tamu yang tidak terduga, mulai dari gitaris Chic Nile Rodgers dan penyanyi-rapper Pharrell Williams hingga penyanyi-penulis lagu tahun 1970-an Paul Williams dan musisi yang pernah mengerjakan album Michael Jackson 1979 "Off the Wall". Hasil akhirnya adalah kombinasi yang luas antara suara futuristik dan vintage yang membawa duo ini ke tingkat popularitas baru. Berkat album itu, Daft Punk menggondol empat piala termasuk Album of The Year dan Recors of The Year.

Setelah itu, Daft Punk cenderung 'adem ayem'. Karya mereka belakangan mereka yang cukup mencolok ialah ketika  berkolaborasi di 2016 dengan The Weeknd di Starboy dan I Feel It Coming.

Daft Punk punya pengaruh besar pada budaya pop. Identitas visual dan etos musik party mereka menginspirasi seniman lintas genre dan generasi. Musisi RnB Janet Jackson pernah menggunakan sampel Daftendirekt untuk karyanya, So Much Beta. Daft Punk juga diparodikan di Family Guy dan Powerpuff Girls, dan mereka juga hadir di galeri seni di seluruh dunia. (Pitchfork/Variety/M-2) 

BERITA TERKAIT