21 February 2021, 09:25 WIB

Ilmuwan Hidupkan Kembali Hewan Langka ini dengan Kloning


Bagus Pradana | Weekend

Para ilmuwan AS telah berhasil mengkloning spesies langka pertamanya, musang berkaki hitam yang dikloning dari gen hewan sejenis yang mati sekitar 30 tahun lalu.

Musang langka bernama Elizabeth Ann ini lahir 10 Desember lalu dan kemudian diperkenalkan pada umum Kamis (18/2) lalu. Namun untuk merawat musang ini para peneliti mengaku butuh kehati-hatian ekstra karena musang ini merupakan binatang sangat liar, berbeda dengan indukan musang domestik yang melahirkannya.

"Anda mungkin harus menangani musang berkaki hitam ini dengan sangat hati-hati, karena jika ia berhasil menggigit sesuatu, ia tidak akan melepaskannya hingga keesokan harinya," kata koordinator pemulihan musang kaki hitam ini, Pete Gober dari Dinas Perikanan dan Margasatwa AS, seperti dilansir dari dailymail.co.uk, Jumat (19/2) lalu.

Elizabeth Ann lahir dan dibesarkan di fasilitas penangkaran Margasatwa di Fort Collins, Colorado. Ia adalah salinan genetik dari seekor musang berkaki hitam bernama Willa yang matil pada 1988 yang kemudian jenazahnya dibekukan pada masa-masa awal teknologi DNA dikembangkan.

"Dengan teknik kloning ini, Anda dapat membekukan waktu dan meregenerasi sel-sel dari masa lalu," kata Gober.

"Kami mengutak-atik genom untuk memberikan resistensi genetik, dan memunculkan kemungkinan hidup kembali di masa depan," sambungnya.

Kloning membuat tumbuhan atau hewan baru dengan menyalin gen hewan yang sebelumnya pernah hidup. Teknologi ini pada akhirnya dapat mengembalikan spesies yang telah punah.

Untuk saat ini, teknik ini masih terus dikembangkan oleh beberapa perusahaan bioteknologi, salah satunya adalah 'Viagen' yang berbasis di Texas.

Viagen merupakan perusahaan yang bertanggung jawab atas proyek kloning musang berkaki hitam. Sebelumnya mereka juga pernah mengkloning seekor kuda Przewalski yang dipercaya merupakan nenek moyang dari spesies kuda liar dari Mongolia yang lahir musim panas lalu. (M-4)

BERITA TERKAIT