19 February 2021, 21:40 WIB

Tahun ini, Musim Panas di Prancis Mungkin Sepi dari Festival Musik


Adiyanto | Weekend

MUSIM panas di Prancis sepertinya tidak bakal secerah dulu. Pasalnya, tahun ini sejumlah festival musik yang biasanya digelar pada periode itu dibatasi atau bahkan dibatalkan. Festival musik rock musim panas tahun ini, misalnya, dibatasi hanya untuk sekitar 5.000 pengunjung yang semuanya harus duduk.

Asosiasi musik kontemporer (SMA) Prancis yang menaungi penyelenggara festival, tempat konser, dan produser musik mengatakan, hal itu telah disepakati dalam pertemuan dengan Menteri Kebudayaan Roselyne Bachelot.

"Kami tahu secara umum, tetapi masih ada ketidakpastian. Yang pasti musim festival tahun tidak akan seperti musim lainnya," kata Aurelie Hannedouche dari SMA seperti dikutip AFP, Jumat (19/2)

Hellfest Festival, salah satu festival akbar khusus untuk musik heavy metal pada 2019 lalu dihadiri 180.000 orang. Namun, festival yang biasanya diadakan di barat Prancis itu, tahun ini mungkin tidak akan digelar. “Ini merupakan yang kedua kali berturut-turut festival itu dibatalkan,” kata penyelenggara.

"Pembatalan sepertinya tidak bisa dihindari," kata direktur festival Ben Barbaud. “Tidak mungkin penonton musik metal sebanyak 5.000 harus duduk,  tidak mungkin," ujarnya, seraya menambahkan bahwa keputusan akan diambil dalam beberapa hari mendatang.

Dia mengatakan situasinya semakin rumit untuk festival dengan program yang 90%-nya dihadiri penonton maupun musikus internasional.

Kendati demikian, ada juga yang optimistis dan memuji langkah pemerintah karena setidaknya telah berusaha memberikan kemungkinan apa yang bisa dilakukan di masa pandemi ini.

"Ada banyak artis yang bermimpi bermain di depan 5.000 orang," kata Gerard Pont, direktur festival Francofolies, yang berfokus pada musik berbahasa Prancis dan dijadwalkan berlangsung di La Rochelle pada Juli.

"Program kami tidak bersifat internasional, jadi kami bisa beradaptasi. Syaratnya situasinya mungkin bisa membaik dalam lima bulan," tambahnya.

Dia juga berharap batasan jumlah penonton, termasuk mereka yang dapat berdiri, dapat dilonggarkan jika krisis kesehatan membaik.

Namun, festival besar lainnya, yakni Paris Solidays, yang dihadiri 228.000 orang pada 2019, telah mengumumkan membatalkan edisinya tahun ini. (AFP/M-4)

BERITA TERKAIT