19 February 2021, 07:35 WIB

Awas, Gula Darah Tinggi Perbesar Risiko Demensia


Deden M Rojani | Weekend

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Diabetes, Obesity and Metabolism mengungkap bahwa orang dengan kadar gula darah lebih tinggi dari 42% lebih mungkin mengalami penurunan kognitif selama rata-rata empat tahun.

Selain itu penelitian terhadap 500.000 orang dari data UK Biobank berusia 58 tahun menunjukan 54% di antaranya lebih memungkinkan mengalami demensia vaskular.

Dilansir dari Medicalxpress, Jumat (12/2), orang dengan pradiabetes memiliki kadar gula darah melampaui normal,tetapi tidak cukup tinggi untuk didiagnosis sebagai pengidap diabetes tipe 2. Namun, dengan risiko yang meningkat, mereka di ambang diaArtinya mereka lebih berisiko terkena diabetes. Diperkirakan ada lima sampai tujuh juta orang dengan pradiabetes di Inggris.

Penulis utama Dr. Victoria Garfield (Institut Ilmu Kardiovaskular UCL dan Unit MRC UCL untuk Kesehatan & Penuaan Seumur Hidup) mengatakan penelitiannya menunjukkan kemungkinan adanya hubungan antara tingkat gula darah yang lebih tinggi (pradiabetes) dan risiko penurunan kognitif dan demensia vaskular.

Menurutnya, sebagai studi observasi, belum terbukti  bahwa kadar gula darah tinggi menyebabkan memburuknya kesehatan otak. "Namun, kami yakin ada hubungan potensial yang perlu diselidiki lebih lanjut. Penelitian sebelumnya telah menemukan hubungan antara hasil kognitif yang lebih buruk dan diabetes, tetapi penelitian kami adalah yang pertama untuk menyelidiki bagaimana memiliki kadar gula darah yang relatif tinggi tetapi belum menyebabkan diabetes dapat memengaruhi kesehatan otak kita," ungkapnya.

Melihat diagnosis demensia, para peneliti menemukan bahwa pradiabetes dikaitkan dengan kemungkinan lebih tinggi dari demensia vaskular, bentuk umum demensia yang disebabkan oleh berkurangnya aliran darah ke otak, tetapi bukan penyakit Alzheimer. Orang dengan diabetes, sementara itu, tiga kali lebih mungkin mengembangkan demensia vaskular daripada orang yang kadar gula darahnya diklasifikasikan normal, dan lebih mungkin kelak menderita penyakit Alzheimer.

Orang-orang dengan kondisi pradiabetes dapat menekan risiko mereka mengalami diabetes tipe 2 dengan mengubah pola makan menjadi lebih sehat dan nutrisi berimbang, bergaya hidup lebih aktif (lebih banyak bergerak), dan menjaga berat badan tetap normal. (Medicalxpress/M-2)

BERITA TERKAIT