09 February 2021, 20:05 WIB

Kota di Kutub Utara ini Ajak Orang Berlomba Selamatkan Bumi


adiyanto | Weekend

SEBUAH desa di Kutub Utara yang tertutup salju  menjadi viral setelah menawarkan diri untuk menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas.  Pihak berwenang di Salla, sebuah kotamadya terpencil berpenduduk 3.500 orang di Finlandia utara, pada Januari mengajukan diri untuk menjadi kota kandidat penyelengaraan Olimpiade 2032, meskipun suhu rata-rata hampir tidak pernah di atas titik beku selama enam bulan dalam setahun.

"Saya tidak pernah merasakan kehangatan sebelumnya, tapi saya yakin itu akan datang," kata seorang penduduk dalam sebuah video, yang memperingatkan bahwa tundra yang tertutup salju akan menjadi lapangan voli pantai dan sungai yang membeku menjadi tempat untuk berselancar jika perubahan iklim tidak diatasi.

Dalam video itu, dia juga mengatakan bahwa tempat tersebut adalah tempat terdingin di Finlandia. Di musim dingin, suhu secara teratur turun hingga minus 10 hingga minus 20 derajat Celcius (14 derajat hingga minus empat derajat Fahrenheit).

Situs web #Salla2032 memperkenalkan maskot Olimpiade berupa rusa kutub yang disebut "Kesa" ("Musim Panas") yang digigit nyamuk. Maskot ini ingin menunjukkan bahwa serangga telah bermigrasi lebih jauh ke utara di wilayah Kutub Utara. Tentu saja, penawaran yang diajukan desa ini hanya sindiran agar orang mulai memikirkan dampak perubahan iklim dan berlomba menyelamatkan planet ini.

Para ilmuwan mengatakan kawasan kutub utara memanas dua kali lebih cepat dari rata-rata global, sehingga mengancam kehidupan satwa liar  serta melepaskan karbon yang tersimpan di lapisan es yang mencair.

“Video tersebut menjadi viral di media sosial dan telah ditonton 400.000 kali,“ kata Wali Kota Erkki Parkkinen kepada AFP. “Video ini seolah ingin menyampaikan pesan ke seluruh dunia kami tidak bisa membiarkan pertandingan olimpiade musim panas terjadi di Salla," katanya.

“Pesan dari video itu mengajak orang-orang memahami bahwa di sini , kami memiliki mata pencaharian yang membutuhkan musim dingin, dan jika kami kehilangan musim dingin, hal itu membuat banyak masalah besar bagi kami dan seluruh planet."

Aksi tersebut, yang diproduksi bersamaan dengan gerakan Fridays for Future, mendorong orang-orang untuk mengambil tindakan untuk membantu mengatasi perubahan iklim, mulai dari mendaur ulang, menjadi sukarelawan, hingga melobi anggota parlemen.

"Kami berharap kampanye kecil kami untuk 'Selamatkan Salla, selamatkan planet' membuat lebih banyak orang berpikir dan melakukan tindakan ramah iklim," kata Parkkinen. (AFP/M-4)

BERITA TERKAIT