01 February 2021, 12:48 WIB

'Life in A Day 2020', Potret Muram Dunia Selama Pandemi


Adiyanto | Weekend

AKTIVITAS manusia yang tersendat, para sopir ambulan dan tenaga kesehatan yang kelelahan dan sekarat, hingga aksi protes rasisme di jalanan, mengisi gambaran suram dunia di tahun 2020. Potret ini dengan apik dirangkum menjadi sebuah film dokumenter berjudul Life in A Day 2020, yang digara Ridley Scott dan Kevin Macdonald.

Film ini ditampilkan di Sundance Film Festival, Senin (1/2). Karya ini merupakan sekuel dari dokumenter "Life in a Day" yang digarap Scott dan Macdonadl satu dekade lalu. Kala itu, tujuan mereka adalah membuat potret video 24 jam tentang kejadian di Bumi, seperti yang difilmkan oleh puluhan ribu pembuat film amatir di seluruh dunia.

Mengulangi trik itu, dalam "Life in a Day 2020",  mereka kini menggabungkan sejumlah rekaman peristiwa yang terjadi musim panas lalu, saat pandemi virus korona dan protes anti-rasisme besar-besaran mengubah dunia. 

Sekuel mereka kali ini sama sekali tidak biasa. Melibatkan tim editor yang sangat besar, mereka menyaring 324.000 klip yang dikirimkan dari seluruh dunia. Film yang tayang perdana Senin di Sundance Film Festival ini menampilkan sejumlah pemandangan suram, dari jalanan yang kosong  hingga berbagai aksi kerusuhan. "Ini adalah film yang lebih kaya secara tematik," kata Macdonald mengatakan kepada AFP.

Rekaman film ini lebih bersifat pribadi daripada politik. Klip favorit Macdonald adalah seorang pria mirip Robinson Crusoe yang merekam dirinya mengobrol dengan laba-laba peliharaannya, Sammy, Jacob, dan Crystal selama menjalani karantina  di rumah dan merasa dirinya sebagai orang terakhir di Bumi.

“Jika di sekuel pertama Anda banyak melihat orang bermain skateboard dan berselancar, kali ini materinya bertambah sedih 10 kali lipat, lebih banyak tentang kehilangan dan kematian, dan spiritualitas, " katanya.

Selama dua bulan, klip dari 192 negara ditonton dalam bahasa aslinya dan dikatalogkan oleh sekitar 40 pembuat film. Macdonald dan editornya kemudian menonton klip peringkat teratas, dan memulai tugas berat mengumpulkan kandidat berdasarkan tema, sambil mengidentifikasi karakter favorit mereka.

Salah satu klip yang tak terlupakan, kata Macdonlad, adalah ketika melihat seorang pria di Siberia yang terpencil mengorek kepala sapi yang membeku di ruang bawah tanahnya, sebelum terjun ke danau es dan berkata ke kamera “Yang paling saya takuti adalah hidup saya akan berakhir tanpa disadari." (AFP/M-4)

 

BERITA TERKAIT