29 January 2021, 11:39 WIB

Dimulai, Pekan Fesyen Perdana untuk Pria-Pria Arab


Irana | Weekend

Di Arab, fesyen kini menjadi bahasa yang makin buta gender. Itu paling tidak terefleksi dalam Pekan mode Arab (Arab Fashion Week) pertama untuk pria, yanb kini tengah berlangsung secara virtual.

Dari ansambel cetak hewan hingga hoodies berenda dan celana panjang sutra yang berkibar, para pria Arab pada hari Kamis (28/1) waktu setempat mendapatkan pekan mode pertama mereka. Pagelaran berlangsung selama tiga hari secara virtual.

Perancang Furne One dari Amato Couture, yang populer di Dubai karena desainnya yang halus, membuka acara yang belum pernah ada sebelumnya ini dengan koleksi musim gugur / musim dingin 2021-2022 berjudul "The First Temptation".

Furne One, yang jenamanya identik dengan busana perempuan, mengatakan baru kali ini dirinya merancang koleksi yang keseluruhannya ditujukan bagi pria. "Saya selalu menyukai tantangan," kata dia seperti dilansir dalam instagram @yugenpr, agensi humas di Dubai.

Dengan setting tempat di gurun, para model mengenakan pakaian putih, beige atau pastel, termasuk hoodies berenda dan celana. Jubah dishdasha tradisional yang dikenakan oleh laki-laki di seluruh Teluk Arab ditampilkan, tetapi dengan aksen berupa celah di bagian depan.

"Dunia di sekitar kita sedang berubah, begitu pula sikap terhadap mode, dan tidak lebih dari di Timur Tengah," kata Mohammed Aqra, kepala strategi di Arab Fashion Council (AFC), mengenai pekan fesyen perdana untuk pria Arab.

"Arab Fashion Week-Men's menyajikan beragam pakaian pria di luar pakaian formal dan pakaian jalanan dan membuka jalan bagi pria di Timur Tengah untuk merangkul pakaian yang lebih berani," tambahnya.

AFC menyiarkan perhelatan itu via YouTube selama tiga hari, dengan menampilkan sekitar 15 desainer regional dan internasional, termasuk dari Prancis, Inggris, Iran dan Lebanon.

Juga pada pertunjukan hari Kamis adalah kreasi "Puro Teatro" (teater murni) oleh desainer Spanyol Arturo Obegero, termasuk celana berpinggang tinggi, atasan dengan pinggang berkerut dan lainnya dengan dasi kupu-kupu besar tergantung di belakang.

Hari pertama pekan mode pria Arab juga menampilkan desain Zardouz, termasuk kemeja dan celana bermotif hewan, serta lainnya oleh Anomalous dan Boyfriend The Brand.

Berbasis di Dubai, AFC mewakili semua 22 anggota Liga Arab dan sudah berada di belakang Pekan Mode Arab dua kali setahun, sekarang dalam edisi ke-11. Dewan tersebut bertujuan untuk mempromosikan desainer regional dan industri di seluruh dunia.

Menurut Kamar Dagang Dubai, pakaian pria mendominasi sektor pakaian jadi UEA pada 2018, dengan penjualan mencapai US$12,3 miliar. (AFP/M-2) 

BERITA TERKAIT