28 January 2021, 06:30 WIB

Ratusan Pelikan Mati, Taman Burung Warisan Dunia ini Ditutup


Adiyanto | Weekend

SEBUAH taman burung (bird park) di Senegal utara, ditutup untuk umum setelah kematian misterius sedikitnya 750 ekor pelikan.

“Sebuah patroli di Suaka Burung Nasional Djoudj menemukan 740 pelikan remaja dan 10 dewasa mati pada 23 Januari,” kata kementerian lingkungan Senegal, Rabu (27/1).

Mereka  mengaku telah memerintahkan otopsi di tempat dan mengambil sampel untuk dianalisis.

Sementara tubuh pelikan dan limbahnya telah dihancurkan, dan akses publik, termasuk wisata kano melalui jalur air di taman itu, telah ditutup.

Suaka burung itu telah terdaftar sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO sejak 1981 dan merupakan daya tarik utama pariwisata hijau bagi Senegal.

Campuran lahan basah, sabana, kanal, rawa-rawa, dan danau yang terletak di delta sungai Senegal, Djoudj menampung lebih dari tiga juta burung dari hampir 400 spesies.

Pihak berwenang telah mengesampingkan flu burung sebagai penyebab potensial kematian pelikan yang tidak biasa. Wabah penyakit itu baru-baru ini di sebuah peternakan di Senegal barat,  dinilai telah diatasi.

"Flu burung hanya menyerang burung yang memakan biji-bijian. Tetapi burung pelikan memakan ikan. Kami tidak dapat mengatakan bahwa penyakit ini yang menyebabkan kematin hewan-hewan itu," kata direktur taman nasional Bocar Thiam kepada AFP.

“Kami harus menunggu hasil analisis yang akan tersedia dalam empat hari,” tambahnya. (AFP/M-4)

BERITA TERKAIT