22 January 2021, 21:39 WIB

Terdampak Pandemi, Sejumlah Museum di Inggris Terancam Bangkrut


Adiyanto | Weekend

ENAM dari 10 museum di Inggris khawatir mereka mungkin harus tutup karena pandemi virus korona. Badan amal setempat, Art Fund, Jumat (22/1) memperingatkan, sejumlah tempat kesenian kini sedang berjuang untuk bertahan hidup.

Bendasarkan angka-angka pada survei museum Inggris yang dilakukan pada akhir 2020, lembaga itu mengatakan lockdown ketiga yang mulai berlaku pada Januari  ini kemungkinan akan meningkatkan angka ini (museum yang terancam bangkrut) secara signifikan.

Beberapa museum kemungkinan besar akan tutup secara permanen karena pandemi dan di antara mereka yang menghadapi penutupan, museum kecil cenderung paling menderita.

"Pandemi telah membuat kami bertekuk lutut," kata David Green, direktur Museum Florence Nightingale di London.

Salah satu pendiri museum keperawatan modern ini sudah harus membatalkan perayaan dua abadnya pada tahun 2020 karena pembatasan sosial.

"Tetapi jika ini diperpanjang, kita mungkin benar-benar bangkrut secara finansial, yang berarti sulit apakah kita dapat beroperasi kembali atau tidak."

Institusi seni di Inggris sangat terpukul oleh dampak ekonomi dari pandemi. Pada Juli, pemerintah meluncurkan dana pemulihan budaya sebesar 1,57 miliar poundsterling (US$2,15 miliar atau 1,76 miliar euro). Langkah ini dipuji, sekaligus dikritik karena tidak berlanjut.

Pada Jumat, Art Fund mengumumkan akan menyediakan tambahan 750.000 poundsterling untuk 23 lembaga seni yang terdampak pandemi. Itu membuat total dukungan mereka ke sektor ini menjadi 2,25 juta poundsterling sejak dimulainya pandemi tahun lalu.

"Uang itu akan memungkinkan penerima untuk beradaptasi dan berkembang menghadapi dampak yang ditimbulkan oleh pandemi," kata badan amal tersebut.

Namun, mereka memperingatkan bahwa dana yang terkumpul belum cukup, karena masih banyak lembaga seni lain yang juga minta bantuan. (AFP/M-4)

BERITA TERKAIT