22 January 2021, 07:10 WIB

Psikolog Sarankan Ini Agar Pernikahan Tidak Sekadar Bertahan


Deden Muhammad Rojani | Weekend

PERNIKAHAN yang langgeng belum berarti pernikahan yang bahagia. Tidak sedikit pernikahan yang sekadar bertahan namun sudah kehilangan kebahagiaan, apalagi romantisme.

Hal itu tentunya tidak diinginkan, namun tidak semua orang mengerti cara menjaga, bahkan terus menumbuhkan kebahagiaan dan romantisme. Nyatanya, psikolog mengungkapkan jika terkikisnya kebahagiaan dan romantisme mudah terjadi dalam pernikahan.

Bertambahnya beban keluarga, berubahnya kondisi tubuh, hingga hal-hal kecil bisa menjadi faktor berkurangnya romantisme. Theresa DiDonato, Ph.D., psikolog sosial dan asisten profesor di Loyola University Maryland, Amerika Serikat, dalam tulisannya di portal Psychologytoday.com, menjelaskan, dalam sebuah hubungan pernikahan seiring berjalannya waktu mengembangkan sebuah pola. 

Misalnya perilaku, pola emosi, pola harapkan terhadap pasangan ataupun diri sendiri.  Pola-pola tersebut menentukan interaksi seseorang dalam menjalani hubungannya dan mungkin cukup baik untuk menjaga sebuah hubungan.

Di sisi lain, ia juga mengungkapkan jika menjaga romantisme sebenarnya juga bisa lewat cara-cara sederhana. Berikut beberapa langkah yang ia sarankan dan juga dari beberapa sumber lain, untuk menjaga pernikahan tetap romantis, tidak sekadar bertahan:


 1. Bersikap Tanggap 
Bagaimanapun kondisinya, usahakan anda tetap bersikap tanggap terhadap pasangan. Sikap tanggap membantu meringankan dampak buruk stres dalam hubungan. Ketika orang mempraktikkan sikap tanggap, berarti mereka memberikan perhatian kepada pasangannya, mendengarkan dan mengungkapkan kepedulian (Balzarini et al., 2020). Dengan begitu, meski anda mungkin tidak bisa segera menjadi, atau memberi solusi, setidaknya anda menunjukkan jika menyadari adanya persoalan.

 2. Gawai Bukan Penghalang, Tapi Pemersatu 
Jika Anda pernah mendengar tentang technoference (teknologi + interferensi), Anda mungkin akrab dengan gagasan bahwa telepon bisa menjadi masalah dalam hubungan. Tidak lagi alat untuk membantu pekerjaan, kini gawai sering justru menjadi pengalih perhatian dari kehidupan nyata.

Maka anda perlu mawas diri jika sudah menghabiskan waktu di gawai untuk hal-hal yang tidak lagi penting. Sebaliknya, gunakanlah gawai anda untuk menjadi jembatan hubungan, ketimbang menjadi tembok. Ini bisa dilakukan, mulai dari mengirim pesan perhatian atau mengajak pasangan saat anda menikmati hiburan di gawai. Setidaknya dengan cara itu komunikasi tetap bisa terjalin, ketimbang masing-masing sibuk dengan gawainya.


3. Jadilah Fleksibel
Memanglah wajar jika kita memiliki harapan sesuatu, baik sikap maupun materi, dari pasangan. Namun pahamilah bahwa ekspektasi apapun di dunia tidak selalu terwujud. Sebab itu janganlah bersikap kaku terhadap ekspektasi anda. Terlebih, penelitian menunjukkan bahwa pasangan dan keluarga, akan bekerja lebih baik ketika kita bersikap fleksibilitas. Sebab fleksibel sama artinya dengan peduli dan ikut bisa membuat pasangan lebih termotivasi.


4. Ungkapkanlah Perasaan  
Jika anda percaya bahwa cinta tidak perlu lewat kata-kata, maka anda harus berpikir lagi. Bagaimanapun manusia sebagai mahluk sosial butuh pengungkapan secara verbal. 

Sebuah studi juga menunjukkan bahwa pasangan yang terlibat dalam percakapan, mengalami peningkatan perasaan kedekatan. Sifat anda yang tidak romantis semestinya juga bukan alasan untuk tidak mengungkapkan perasaan atau terlibat dalam obrolan ringan dengan pasangan. Sebab pengungkapan perasaan bisa dilakukan lewat cara yang sederhana dan santai. Tidak kalah penting, psikolog menyarankan untuk mengungkapkan rasa syukur atau terima kasih atas pasangan kita.


5. Mengenang Saat-Saat Lucu 
Tidak setiap hari merupakan hari yang menyenangkan dalam kehidupan suatu hubungan, tetapi kita memiliki kenangan yang dapat kita ingat. Penelitian menunjukkan bahwa pasangan yang menghabiskan waktu untuk mengenang tentang tertawa bersama melaporkan kepuasan hubungan yang lebih tinggi daripada pasangan yang mengenang kenangan lain. Jadi, gali arsip memori, dan ketika hubungan Anda membutuhkan dorongan, bagikan percakapan tentang saat-saat Anda tertawa. (M-1)

BERITA TERKAIT