21 January 2021, 13:50 WIB

Streaming Munculkan Ketimpangan Antara Musisi Baru dan Mapan


Fathurrozak | Weekend

SAAT ini, streaming menjadi penyumbang lebih dari setengah pendapatan industri musik global. Di Inggris, dengan 114 miliar streaming musik tahun lalu, negara tersebut total meraup pendapatan lebih dari £1 miliar (Rp19 triliun lebih). Sementara pendapatan yang diterima musisi, paling sedikit 13% dari pendapatan platform tersebut.

Meski streaming menjadi sumber pemasukan baru bagi musisi, platform hiburan ini juga memunculkan tantangan baru. Musisi pendatang baru berhadap-hadapan secara langsung dengan musisi yang sudah lebih mapan terlebih dahulu di platform streaming. 

Pada 2019 misalnya, album terlaris adalah Bohemian Rhapsody milik Queen seiring dengan rilis film band tersebut. Selain Queen, The Beatles juga masuk hitungan lewat Abbey Road-nya, saat bertepatan dengan ulang tahun ke-50 band asal Merseyside itu.

“Musisi baru dihadapkan pada persaingan besar-besaran. Mereka harus bersaing dengan industri musik yang sudah mapan selama 50 tahun terakhir. Orang paling berbakat di masyarakat kita sedang berjuang untuk mencari nafkah,” kata kepala eksekutif kolektif hak cipta musik Phonographic Performance Ltd Peter Leathem, kepada anggota parlemen Inggris, dikutip dari The Independent, Rabu, (20/1).

Anggota parlemen Inggris pun kini tengah melihat mengenai dampak ekonomi streaming musik terhadap musisi, label rekaman, dan keberlanjutan industri musik yang lebih luas.

Peter menegaskan, musisi yang tengah naik daun pun turut bersaing untuk mendapatkan ‘potongan kue yang lebih kecil.’ “Inilah mengapa industri musik kembali menegaskan, ‘Hai, ayo kami membutuhkan lebih banyak dukungan, dalam hal kesenjangan nilai dan hal-hal yang terjadi,". (M-1)

BERITA TERKAIT