17 January 2021, 09:44 WIB

Capai Puncak K2 di Musim Dingin, 10 Sherpa Tulis Sejarah Dunia


Irana | Weekend

Sepuluh pendaki Nepal menulis sejarah dunia dengan mencapai puncak gunung kedua tertinggi di dunia di musim dingin, ketika suhu dingin menjadi sangat sangat ekstrem dan angin bukan lagi menerpa, tetapi berusaha menjatuhkan segala yang dilaluinya.

Memuncaki K2, nama gunung tersebut, di musim dingin, telah menjadi misi pendakian yang paling didampakan para pendaki gunung wahid dewasa ini. Pasalnya, gunung tersebut ialah satu-satunya dari 14 puncak dunia dengan ketinggian lebih dari 8.000 meter yang belum pernah sukses didaki selama musim dingin . Puncak ketinggian lebih dari 8.000 meter lain yang telah digenapi saat musim dingin sebelum K2 ialah Nanga Parbat, pada 2016.

Sepuluh Sherpa, yang menonjol di antara mereka Nirmal Purja, mantan anggota pasukan khusus Gurkha dan Inggris yang sebelumnya telah mendaki semua 14 puncak setinggi 8.000 meter hanya dalam waktu enam bulan, mencapai puncak K2 di Pakistan, pada Sabtu sore (16/1) waktu setempat.

Dibagi dalam dua tim, mereka meninggalkan kamp tertinggi mereka pada pukul 1 dini hari untuk ‘summit’ melalui Abruzzi Spur dalam suhu sedingin -40 derajat skala Celcius.  Tim memanfaatkan jendela cuaca singkat di gunung, yang terkenal karena angin kencang yang menerpa, terutama selama bulan-bulan musim dingin, untuk mendaki ke kamp tinggi di 7.350 meter dari tempat mereka melakukan ‘summit attack’.

Tim akhirnya mencapai puncak pada pukul 5 sore waktu setempat, menunggu sampai mereka semua berkumpul sebelum menyanyikan lagu kebangsaan Nepal dan turun.

Dalam akun Instagramnya, @nimsdai, Nirmal Purja mengunggah foto kedua tim, yang dipimpin olehnya dan Mingma G, saat ada di puncak K2. Ia menulis:

‘Sejarah telah dibuat untuk umat manusia, sejarah dibuat untuk Nepal!’

‘Momen yang sangat spesial. Seluruh tim menunggu 10 meter di bawah puncak untuk berkumpul, kemudian mendaki ke puncak bersama-sama sambil menyanyikan Lagu Kebangsaan Nepal. Kami bangga telah menjadi bagian dari sejarah bagi umat manusia dan untuk menunjukkan bahwa kolaborasi, kerja tim, dan sikap mental yang positif dapat mendorong batas untuk mencapai apa yang kami rasa mungkin dilakukan,’ imbuhnya.

 Anggota tim meliputi:

1. Nimsdai Purja

2. Mingma David Sherpa (Tim Nimsdai)

3. Sherpa Mingma Tenzi (Tim Nimsdai)

4. Geljen Sherpa (Tim Nimsdai)

5.Pem Chiri Sherpa (Tim Nimsdai)

6. Sherpa Dawa Temba (Tim Nimsdai)

7. Mingma G

8. Sherpa Dawa Tenjin (Tim Mingma G)

9. Kilu Pemba Sherpa (Team Mingma G)

10. Sona Sherpa (SST)

Saat ini, menurut Nimsdai, tim sudah turun ke Camp 3 dan beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan turun.

Suatu pendakian musim dingin pada K2 setinggi 8.611 meter telah dianggap oleh banyak orang sebagai hal mustahil karena kondisi cuaca yang buruk dan tantangan teknis yang sangat tinggi. Bahkan, tidak sedikit pendaki yang mengklaim tantangan di K2 lebih intens daripada Everest.

Upaya pendakian K2 biasanya dilakukan pada bulan Juli atau Agustus, selama periode terhangat -dan hanya 280 orang yang telah mencapai puncaknya dibandingkan dengan 3.681 yang berhasil mencapai puncak Everest.

Para pendaki tertarik mendaki K2 di musim dingin sejak pertengahan 1980-an, tidak lama setelah pendakian musim dingin pertama di Everest.

K2 pertama kali didaki 66 tahun lalu oleh Achille Compagnoni dan Lino Lacedelli; ada enam upaya sebelumnya di musim dingin di gunung, tidak satupun dari mereka berhasil.

Dalam dunia pendakian dataran tinggi, yang telah lama didominasi oleh pendaki dan ekspedisi barat yang mengandalkan Sherpa untuk membantu mereka, pendakian - dan oleh tim yang begitu besar - menandai pencapaian luar biasa bagi pendakian gunung Nepal.

Sebelum pendakian yang berhasil pada hari Sabtu, Mingma Gyalje Sherpa, salah satu tim puncak, menggarisbawahi pentingnya komunitas Sherpa untuk melakukan pendakian musim dingin yang pertama.

“Untuk semua 8.000 orang lainnya yang mencapai puncak di musim dingin, tidak ada Sherpa yang bersama mereka, jadi ini adalah kesempatan bagi Sherpa untuk menunjukkan kekuatan mereka,” katanya.

Sayangnya, di tengah kegembiraan tersebut, tersiar kabar duka akan tewasnya pendaki profesional asal Spanyol yang juga tengah berupaya mencapai puncak K2, Sergi Mingote.

Saat ini, dunia mountaineering juga masih menanti kabar dari beberapa tim pendaki lain yang juga tengah berjuang menggapai pucuk K2 sembari menunggu kembalinya tim Sherpa dari ke basecamp.  (The Guardian/M-2)

 

 

 

BERITA TERKAIT