14 January 2021, 13:40 WIB

Wah, Lukisan Gua Tertua di Dunia ditemukan di Indonesia


Irana | Weekend

Nun jauh di dalam gua purba di pelosok Sulawesi, para arkeolog telah menemukan lukisan gua yang kini diklaim sebagai tertua di dunia: gambar seukuran babi hutan yang dibuat setidaknya 45.500 tahun lalu, di Indonesia. 

Penemuan yang dijelaskan dalam jurnal Science Advances, Rabu (13/7),  memberikan bukti paling awal dari pemukiman manusia di wilayah tersebut. Rekan penulis Maxime Aubert dari Universitas Griffith Australia mengatakan kepada AFP bahwa ditemukan di pulau Sulawesi pada 2017 oleh mahasiswa doktoral Basran Burhan, sebagai bagian dari survei yang dilakukan tim dengan pihak berwenang Indonesia.

Gua Leang Tedongnge terletak di lembah terpencil yang dikelilingi tebing kapur terjal, sekitar satu jam berjalan kaki dari jalan terdekat. Tempat ini hanya dapat diakses selama musim kemarau karena banjir selama musim hujan - dan anggota komunitas Bugis yang terisolasi mengatakan kepada tim bahwa itu belum pernah dilihat oleh orang Barat. 

Berukuran 136 x 54 cm (53 x 21 inci), babi kutil Sulawesi dicat menggunakan pigmen oker merah tua dan memiliki rambut pendek tegak, serta sepasang kutil wajah seperti tanduk yang menjadi ciri khas jantan dewasa dari spesies tersebut. Ada dua cetakan tangan di atas bagian belakang babi, dan tampak menghadap dua babi lain yang hanya terawetkan sebagian, sebagai bagian dari adegan naratif.

 "Babi itu tampaknya mengamati perkelahian atau interaksi sosial antara dua babi kutil lainnya," kata penulis bersama Adam Brumm. Manusia telah berburu babi kutil Sulawesi selama puluhan ribu tahun, dan mereka adalah ciri utama dari karya seni prasejarah di kawasan itu, khususnya selama Zaman Es.

 

Migrasi manusia purba 

Aubert, seorang ahli penanggalan, mengidentifikasi deposit kalsit yang telah terbentuk di atas lukisan, kemudian menggunakan penanggalan isotop seri Uranium untuk memastikan deposit berusia 45.500 tahun. Ini yang membuat lukisan setidaknya seusia itu, "tapi bisa jadi jauh lebih tua karena penanggalan yang kami pakai hanya berdasar lapisan kalsit di atasnya," jelasnya.

 "Orang-orang yang membuatnya benar-benar modern, mereka sama seperti kita, mereka memiliki semua kapasitas dan alat untuk melukis yang mereka suka," tambahnya. 

Lukisan seni cadas tertua sebelumnya ditemukan oleh tim yang sama di Sulawesi. Itu menggambarkan sekelompok sosok setengah manusia, setengah binatang berburu mamalia, dan ditemukan setidaknya berusia 43.900 tahun. Lukisan gua seperti ini juga membantu mengisi celah tentang pemahaman kita tentang migrasi manusia purba. Diketahui bahwa orang mencapai Australia 65.000 tahun yang lalu, tetapi mereka mungkin harus menyeberangi pulau di Indonesia, yang dikenal sebagai "Wallacea".

Situs ini sekarang merupakan bukti manusia tertua di Wallacea, tetapi diharapkan penelitian lebih lanjut akan membantu menunjukkan bahwa orang-orang berada di wilayah tersebut jauh lebih awal, yang akan menyelesaikan teka-teki pemukiman Australia.

 Tim percaya bahwa karya seni itu dibuat oleh Homo sapiens, yang bertentangan dengan anggapan lukisan purba dibuat spesies manusia yang sekarang punah seperti Denisovan. Namun, mereka  tidak dapat mengatakan ini dengan pasti. 

Untuk membuat cetakan tangan, para seniman lukisan purba tersebut harus meletakkan tangan mereka di atas permukaan kemudian meludahinya dengan pigmen, dan tim berharap untuk mencoba mengekstrak sampel DNA dari sisa air liur yang ada. (AFP/M-2) 

BERITA TERKAIT