14 January 2021, 12:00 WIB

Hujan Salju Ekstrem 'Bekukan' Kawasan Kumuh di Madrid


adiyanto | Weekend

"Kami bukan hewan, tetapi anjing hidup lebih baik dari kami," keluh Lidia Arribas, yang hidup tanpa listrik di daerah kumuh dekat Madrid. Di kawasan itu, suhu pekan ini anjlok ke titik terendah dalam sejarah. Setelah diterpa hujan salju dalam beberapa hari terakhir, suhu di Madrid pada Selasa (12/1) mencapai minus 10 derajat celcius (14 derajat Fahrenheit), yang merupakan suhu terdingin dalam 50 tahun terakhir.

Hawa dingin eksrem ini telah melanda kawasan Canada Real Galiana, salah satu daerah kumuh terbesar di Eropa. Selama berbulan-bulan, lebih dari setengah dari hampir 8.000 penduduk di kawasan ini, tidak mendapat pasokan listrik untuk pemanas atau penerangan.

Polisi menyatakan hal ini lantaran perkebunan ganja ilegal yang lampu, ekstraktor dan kipasnya menggunakan begitu banyak daya, sehingga menyebabkan pemadaman listrik yang meluas di daerah sekitarnya.

Krisis yang disebabkan oleh pemadaman listrik dan cuaca dingin telah dikecam oleh para ahli hak asasi manusia PBB, LSM, dan aktris Spanyol pemenang Oscar, Penelope Cruz.

"Saya benar-benar marah dengan pihak berwenang. Semua orang saling lempar tanggung jawab. Tidak ada yang melakukan apa-apa," kata Arribas, ibu tiga anak berusia 37 tahun,  sembari memegang obor berjalan kembali ke rumahnya.

Sementara itu, sembari menjaga putrinya yang meringkuk di selimut, Ainara mengatakan bahwa dia selalu tidur dengan kepalanya di bawah selimut untuk melindungi dirinya dari dingin dan lembab. Menurut Ainara, tanpa listrik, dia dan saudara laki-laki dan perempuannya tidak bisa bisa mengerjakan tugas atau pun belajar di rumah secara online. Lemari es maupun mesin cuci juga tidak berfungsi.

Sebuah pemukiman tidak resmi yang dibangun sepanjang 16 kilometer (10 mil) yang mengapit bagian tenggara jalan lingkar M50 Madrid, Canada Real adalah rumah bagi komunitas yang sebagian besar berasal dari Maroko atau Gipsi, yang hidup dalam kemiskinan ekstrem.

Dibangun di sepanjang bekas jalur ternak, kota kumuh yang luas ini telah ada selama beberapa dekade. Kasus pemadaman listrik terbaru ini telah memengaruhi sekitar 4.000 penduduk di sana.

Hipotermia

Tanpa pemanas, cuaca dingin yang ekstrem membuat banyak orang berjuang untuk mengatasinya. “Pada Minggu malam, seorang gadis berusia tiga tahun dibawa ke rumah sakit karena menunjukkan tanda-tanda hipotermia", kata Conrado Gimenez, kepala LSM Fondacion Madrina yang menyediakan makanan, selimut, dan tabung gas bagi penduduk.

Bulan lalu, pakar hak asasi manusia PBB  memperingatkan pemadaman listrik  dapat membahayakan kesehatan sekitar 1.800 anak di Canada Real. "Anak-anak di Kanada Real Galiana benar-benar menderita, dan kesehatan mereka terancam," kata mereka.

"Sekarang musim dingin sudah dekat, dan terutama selama pandemi COVID-19, listrik harus dipulihkan."

Tetangga sebelah Lidia, Yolanda Martin, mengatakan dia lebih takut dingin daripada Covid.

"Saya bangun di pagi hari dan selimut saya membeku, gelap gulita dan saya tidak bisa mandi," kata pria 47 tahun yang bibirnya membiru karena kedinginan.

Tidak bekerja sejak Mei, satu-satunya sumber panas dan cahayanya adalah chiminea yang berada di tengah rumahnya.

"Suhu akan menjadi minus 11 celcius malam ini, sangat dingin, tapi kami bertahan dengan sedikit kayu bakar yang tersisa," katanya kepada AFP.

"Kami memecahkan meja dan barang-barang yang tidak terlalu berharga untuk dibakar."

Perkebunan Ganja

Dua polisi yang berpatroli di daerah tersebut, yang terkenal sebagai daerah pemasok narkoba ke ibu kota, Spanyol, Madrid, mengatakan, pemadaman listrik disebabkan oleh pertanian ganja yang didirikan di rumah-rumah di kawasan itu.

Minggu ini, perusahaan raksasa energi Spanyol Naturgy, yang memasok listrik gratis ke Canada Real, mulai memutus aliran listrik ke beberapa rumah yang dicurigai sebagai pabrik narkoba, agar jaringan listrik ke masyarakat kembali aktif.

Pedro del Cura, walikota Rivas-Vaciamadrid yang memimpin kota kumuh itu menyerukan agar lebih banyak kapasitas listrik diberikan ke masyarakat. Warga takut listrik dapat diputus ke rumah-rumah yang tidak ada kaitannya dengan perdagangan narkoba.

Arribas berharap mereka akan terhubung kembali ke jaringan listrik sehingga dia bisa menghangatkan rumah untuk anak-anaknya. "Kita tidak boleh putus asa," katanya, dengan wajah tertunduk. (AFP/M-4)

 

BERITA TERKAIT