13 January 2021, 20:02 WIB

TikTok Bikin Raisa Makin Intim dengan Penggemar


fathurrozak | Weekend

Penyanyi Raisa dinobatkan menjadi salah satu selebritis top di platform Tiktok Indonesia. Bukan hanya itu, salah satu lagunya Bahasa Kalbu juga masuk dalam jajaran Top Duet, dalam laporan Year on Tiktok 2020 Indonesia.

Media Indonesia berbincang dengan CEO Juni Records sekaligus manajer Raisa, Adryanto ‘Boim’ Pratono, melalui surel pada Sabtu (9/1) mengenai pandangannya pada platform asal Tiongkok ini, dan apa efeknya pada industri musik Indonesia. Berikut petikannya.

Bagaimana Raisa dan Juni Records memandang TikTok sebagai medium distribusi karya?

 Bagi kami, TikTok belum bisa dibilang sebagai media untuk mendistribusikan  karya musik, namun media ini merupakan wadah baru untuk mempromosikan musik. Dilihat dari kapabilitas aplikasinya yang sekarang, TikTok hanya bisa memperdengarkan potongan maksimal 1 menit untuk suatu lagu, sedangkan format distribusi adalah durasi full original lagunya.

Apa yang ditargetkan dengan pemanfaatan Tiktok pada sosok Raisa, juga karya-karyanya?

 Kami melihat TikTok sebagai wadah promosi yang bisa menawarkan komunikasi dua arah antara musisi dengan pendengar musiknya. Sekaligus dengan fitur yang ditawarkan oleh TikTok, para penggunanya dapat menggunakan potongan lagu kami dan bisa mereka karyakan sekreatif mereka. Kalau dibandingkan dengan media promosi sebelumnya, tidak banyak yang menawarkan interaksi seperti ini.

Pemanfaatannya akan seperti apa?

Kami akan menggunakannya sebagai salah satu wadah promosi yang setiap konten kami upload, bisa mengajak para penggemar Raisa untuk merespons rilisan lagu kami.

Raisa juga akan menggunakan wadah ini untuk memberikan gambaran kehidupan backstage ketika mau persiapan show, konten behind the scene rekaman. Para penggemar bisa melihat sosoknya yang lebih dekat.

Misalnya, Raisa akan ada rilisan baru, dia mungkin akan memberikan bocoran ketika dia workshop atau rekaman. Selain itu, Raisa juga bisa menggunakan platform ini untuk memulai suatu challenge untuk diikuti para pendengarnya.

Kami pun bisa menemukan talenta-talenta kreatif yang mungkin bisa diajak kerja sama ke depannya, tergantung situasi dan kebutuhan. TikTok is going to be a fun space!

Kalau untuk sekarang, kami belum ada rencana untuk mengasosiasikan brand atau sponsor ke dalam akun TikTok milik Raisa. Kami masih fokus menggunakan platform ini untuk mempromosikan musik Raisa.

Apakah popularitas Raisa di Tiktok juga secara langsung berdampak pada penambahan total stream lagu Raisa di platform streaming musik?

Kami baru menggunakan TikTok pertama kalinya ketika Bahasa Kalbu dirilis, jadi belum ada studi kasus dengan hasil yang berdampak signifikan ke jumlah streams.

Bagaimana dengan isu lisensi lagu yang beredar di platform Tiktok. Apakah juga sudah jelas?

Terkait isu ini, kami rasa lisensi sudah cukup jelas. Mereka platform yang legit(imate). Bisa dilihat dari berapa banyak artis dan musisi label besar kini sudah menggunakan aplikasi ini baik di Indonesia maupun secara global. Mau musisi tersebut membawakan musik genre pop, EDM, hip pop, semua berusaha untuk mencari aktivasi atau cara untuk musiknya bisa digunakan.

BACA JUGA: TikTok, Etalase Terkini Musik Lokal

Menyinggung isu lainnya juga adalah dampaknya pada segi karya. Misalnya dengan semakin banyaknya platform media sosial seperti Tiktok yang bisa menyematkan potongan lagu, apakah ini juga bakal berdampak pada karakteristik maupun pola penciptaan karyanya sendiri?

Kalau berkaca dengan era sebelumnya, 12 tahun yang lalu pada era gencarnya RBT, setiap lagu yang dibilang menarik terdapat pada bagian hooknya. Tapi dengan ini bukan berarti semua lagu nyawanya hanya ada di bagian tersebut. Setiap lagu pasti ada bagan yang lengkap dari mulai verse 1 sampai dengan chorus terakhir, tentunya harus dilihat sebagai sebuah kesatuan.

Mungkin beberapa lagu zaman sekarang ada yang isinya hanya hook, namun seharusnya tidak mengubah semua lagu yang dirilis era ini akan seperti itu. Mengingat platform TikTok merupakan media promosi, tentunya lagu keseluruhannya akan didengarkan di platform lain.

TikTok bisa memberikan rasa penasaran orang-orang, dan gampang ingat potongan lagu. Harapan kami, platform ini dapat mendorong orang-orang untuk mendengarkan lagu versi penuhnya di platform lain seperti layanan streaming digital atau pun radio, berulang-ulang. 

Apakah melihat ada kecenderungan perubahan karakteristik penciptaan karya kedepannya, agar lebih cocok pada perkembangan teknologi?

 Untuk perubahan karakteristik pasti akan selalu ada, seiring berkembangnya zaman dan teknologi. Kecenderungan  tren yang paling terasa jika kita melihat genre musik yang dominan di TikTok adalah lagu yang dance-able dan meme-able.

 Karena tren tersebut itulah, jadi banyak bermunculan orang orang kreatif yang melakukan re-aransemen, remix, mash-up lagu orisinal dari artis yang mereka favoritkan agar fit dengan image TikTok yang sudah dikenal masyarakat, tanpa harus mengganggu proses kreatif orisinal para musisi yang sudah pakem terhadap genrenya.

Mereka tetap bisa bikin karya yang mereka mau seperti apa tanpa harus pusing mikirin “wajib untuk ngikut-ngikut tren”. Kalo bisa buat tren sendiri, kenapa enggak?

Apakah 2021 ini masih melihat Tiktok sebagai platform yang signifikan?

Kami masih melihat TikTok sebagai wadah promosi. Platform ini pastinya akan menjadi platform yang digemari oleh masyarakat karena fiturnya yang menarik. Pengguna aplikasi ini dapat mengekspresikan diri mereka, dan kami yakin dengan situasi sekarang ini pastinya semua orang akan mencoba memanfaatkan TikTok.

Apakah Anda melihat para musikus dan label sudah memanfaatkan platform ini sebagai  medium yang strategis?

Banyak teman musikus yang masih skeptis terhadap TikTok sendiri sih, stereotipe yang paling banyak disebutkan adalah “Ngapain main TikTok, gue enggak bisa dance”.

Sepertinya perlu ada awareness atas potensi besar TikTok terhadap musisi-musisi sebagai medium untuk bercerita atas persona mereka dan karyanya. Menurut kami ini salah satu tugas label dan para team di belakang para musisinya yang harus mendorong. Dan juga lebih aware terlebih dahulu dan mendalami tren-tren baru apa yang bisa dibuat di TikTok.

Berkah apa sih yang paling kentara dari pemanfaatan aplikasi ini?

Salah satu hal yang paling berasa dari menggunakan TikTok sebagai media promosi, selain menciptakan sebuah awareness adalah kesempatan untuk menyentuh market baru. Contohnya ketika lagu yang tidak disangka bisa dibuat reaksi komediknya, tiba-tiba orang yang bukan penggemar musisi tersebut jadi bisa semakin relate dengan lagu tersebut. Setiap platform media sosial pasti punya preferensi umur dominan yang berbeda beda dan TikTok memberi kesempatan untuk memaksimalkannya.

Kedua, pola komunikasi dua arah yang diberikan. Pada masa sulit sekarang, konser sedang tidak ada, musisi tidak bisa manggung secara langsung, dan mendapatkan pertukaran energi yang biasanya didapatkan dari para penontonnya.

TikTok bisa menjadi salah satu obat rasa kangen karena setiap musisi mengeluarkan sesuatu di TikTok, para penggemarnya bisa merespons itu. Hal ini tentunya adalah sesuatu yang kita sebagai pelaku industri musik mau. Harapannya juga, lagunya bisa didengarkan oleh semakin banyak orang. Mungkin efeknya tidak bisa dirasakan secara langsung, namun bisa ada efek dominonya. (M-2)

BERITA TERKAIT