13 January 2021, 07:00 WIB

Hiu Megalodon Ternyata Kanibal Saat Bayi


Bagus Pradana | Weekend

SELAMA ini peneliti telah mengungkap jika hiu megalodon pernah menjadi predator paling menakutkan di bumi. Hewan yang diperkirakan hidup pada 23 juta - 2,58 juta tahun lalu itu memiliki panjang hingga lebih dari 15 meter. 

Kini, riset terbaru menunjukkan hal-hal mencengangkan tentang bayi hiu megalodon. Penelitian yang dilakukan oleh Kenshu Shimada, seorang ahli paleobiologi dari DePaul University di Chicago, Amerika Serikat, menunjukkan jika panjang bayi itu mencapai 2 meter hingga menjadikannya sebagai bayi terbesar yang pernah lahir di dunia hiu. 

"Sebagai salah satu karnivora terbesar yang pernah ada di Bumi, menguraikan parameter pertumbuhan Megalodon sangat penting untuk memahami peran karnivora besar tersebut dalam konteks evolusi ekosistem laut," ungkap Shimada, seperti dilansir dari dailymail.co.uk, Senin (11/1).

Dengan menggunakan CT  scan, para peneliti juga memeriksa pita pertumbuhan dari spesimen vertebra milik Megalodon di Royal Belgian Institute of Natural Sciences di Brussels. Hasilnya, diperoleh citra gambar dari fosil tulang belakang tersebut yang memiliki 46 pita pertumbuhan, yang berarti bahwa Megalodon pemilik spesimen tersebut tumbuh sekitar 9 meter dan mati pada usia 46 tahun.

Kemudian dengan menghitung kembali panjang tubuhnya ketika masing-masing pita terbentuk, studi yang juga diterbitkan dalam Historical Biology ini menunjukkan bahwa panjang tubuh hiu raksasa tersebut saat lahir  adalah sekitar 2 meter. 

Hiu memiliki strategi reproduksi yang dikenal sebagai ovovivipar, yakni embrio berkembang di dalam telur yang tinggal di dalam induknya sampai siap menetas.

Sistem reproduksi ini 'menjadi ekstrim' di saat anakan hiu yang pertama menetas memakan sisa-sisa telur yang lain sebelum mereka mendapat kesempatan untuk berkembang. Para peneliti menduga jika kebiasaan ini juga dimiliki oleh spesies Hiu Megalodon.

Ini adalah perilaku yang disebut kanibalisme intrauterine. Pada saat ia keluar dari induknya, ukuran dari hiu tersebut yang sudah besar membuatnya lebih siap untuk bertahan hidup dan melawan predator, simpul para peneliti. (M-1)


 

BERITA TERKAIT