10 January 2021, 01:05 WIB

Muhammad Rubby Emir Fahriza: Semua Orang Berhak Bekerja


Bagus Pradana | Weekend

KEMAMPUAN dan tekad besar sering kali belum cukup untuk mendapatkan pekerjaan. Faktor lain yang juga penting ialah akses atau kesempatan kerja itu sendiri.

Jika akses bagi pencari kerja umum saja sudah sulit, bisa dibayangkan bagi para penyandang disabilitas. Masih kuatnya stigma soal kemampuan mereka, membuat para penyandang disabilitas kesulitan mendapat pekerjaan. Padahal, hal itu sebenarnya sangat penting untuk kemandirian mereka.

Berangkat dari keprihatinan itu, Muhammad Rubby Emir Fahriza dan Tety Nurhayati Sianipar membuat perusahaan rintisan (startup) yang menjadi jendela informasi kerja bagi penyandang disabilitas. Kerjabilitas.com, platform tersebut mulai beroperasi 2014.

“Tidak adanya informasi di portal pencari kerja konvensional yang memuat lowongan untuk penyandang disabilitas, bahkan portal itu mungkin tidak dapat diakses untuk penyandang disabilitas jenis tertentu,” papar Rubby saat menjadi narasumber dalam acara Kick Andy episode Niat Jadi Aksi, yang tayang Minggu (10/12).

Pria 42 tahun itu lebih jauh mengungkapkan jika ide pendirian portal itu berangkat dari seringnya interaksinya dengan penyandang disabilitas. Namun, pada awalnya informasi yang disediakan Kerjabilitas. com belum banyak karena memang lowongan pekerjaan yang minim.

“Buat teman-teman disabilitas, bekerja formal itu ialah harapan yang sangat jauh di atas langit. Sehari-hari hidup dengan hambatan yang dimiliki, itu memudarkan mimpi mereka untuk bisa bekerja. Jangankan bekerja, ada yang keluar rumah pun kadang tidak diperbolehkan karena takut terhadap ancaman diskriminasi dari masyarakat,” ungkap Rubby yang mendirikan perusahaannya di Yogyakarta.


Kampanye

Sebab itu, Kerjabilitas.com akhirnya bergerak berkampanye ke penyedia kerja, baik swasta, pemerintah, maupun UMKM untuk membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Kini sudah 1.500 perusahaan lokal maupun multinasional yang menjadi mitra Kerjabilitas.com.

“Kami bekerja sama dengan banyak perusahaan. Kami bantu memberikan edukasi untuk memperbesar kriteria ketenagakerjaan inklusinya. Meski sejak 2016 sudah diatur dalam undang-undang, tenyata tidak cukup progresif untuk menyerap para pekerja penyandang disabilitas ini. Tapi setidaknya sistem ketenagakerjaan kita sudah inklusi, dan ini lebih baik dari pada 5 tahun yang lalu,” tambahnya.

Rubby mengungkapkan sudah sekitar 8.000 penyandang disabilitas berhasil mendapat pekerjaan, sedangkan pengguna aplikasi mereka mencapai 12 ribu orang. “Kalau sampai saat ini mungkin sudah ada sekitar 12 ribu pengguna dari penyandang disabilitas yang memanfaatkan platform kami, paling banyak di Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Yogyakarta,” jelasnya.

Dobrakan yang dibuat Kerjabilitas.com membawa mereka itu menjadi satu dari delapan startup yang masuk program Google Launchpad Accelerator 2016 yang diselenggarakan di Amerika Serikat. Fungsi yang dijalankan Kerjabilitas.com pun tidak berhenti di akses informasi. Mereka juga memonitor para pencari kerja yang telah diterima.

Rubby dan tim terus memaksimalkan layanan aplikasi daring yang mereka rintis dengan berbagai fitur dan kon ten untuk memudahkan para pencari kerja disabilitas meng akses lowongan pekerjaan yang mereka inginkan. (M-1)

BERITA TERKAIT