13 December 2020, 01:25 WIB

Mencari Siti, Menghidupkan kembali Industri Musikal Tanah Air


MI | Weekend

SUTRADARA Garin Nugroho menilai industri pertunjukan teater musikal seperti Broadway dewasa ini dirasa semakin menarik perhatian masyarakat Indonesia. Jika dilihat dari perkembangannya, kata Garin, masyarakat sebenarnya juga sudah lama dan dekat dengan seni tari dan musik. Hal itu ditandai dengan adanya pertunjukan rakyat di berbagai daerah, salah satunya ialah Komedie Stamboel yang mulai dikenal di Surabaya pada 1890-an.

Berangkat dari catatan sejarah tersebut, Garin terinspirasi untuk mengangkat karya sastra dengan melibatkan tim penulis dan  memperkayanya secara musikal. “Ada banyak generasi muda kita yang berbakat dalam akting, tari, dan vokal. Oleh karena itu, kami  membuka kesempatan kepada generasi muda untuk terus berkarya,” katanya.

Garin menjelaskan hal itu saat konferensi pers daring Mencari Siti, Selasa (8/12) lalu. Mencari Siti ialah salah satu bagian dari serangkaian program yang kini tengah dijalankan Garin, yang kisahnya diadaptasi dari cerita Siti Nurbaya karya sastrawan Indonesia, Marah Roesli.

Program itu direncanakan diproduksi tahun depan. Serial musikal itu juga akan dibuat dalam kemasan baru dengan adaptasi dari segi cerita dan penggunaan teknologi secara daring untuk kemasan yang dapat dikonsumsi masyarakat umum. Dengan arahan Garin sendiri, berbagai elemen mulai seni teater, seni tari, seni suara, hingga teknologi fi lm berpadu dalam rangkaian untuk demi menciptakan karya baru di industri kreatif Tanah Air.

“Program Mencari Siti ini adalah usaha mengembangkan, menumbuhkan kembali, sumber-sumber dasar yang kita punya di revolusi 1.0 dulu. Kita munculkan kembali di revolusi 4.0, 5.0 ini sehingga membutuhkan saran-saran untuk membangun industri virtual yang akan tumbuh besar di era pandemi, khususnya di Indonesia,” kata Garin.

Dari aspek cerita, Indonesia punya banyak kisah yang bisa diadaptasi menjadi karya. Kisah Siti Nurbaya, menurutnya, ialah salah satu contoh ‘cerita abadi’ yang patut dibanggakan hingga saat ini. Di dalamnya ada cinta segitiga, ekonomi, hingga strategi yang tetap sesuai dengan zaman.

“Zaman sekarang pun pilihan orangtua pada anaknya akan sama. Dijodohkan sama anak orang kaya itu biasa aja. Lalu ada anak muda yang independen tapi menderita, itu ada juga. Jadi, memang kenapa Siti Nurbaya dapat menjadi cerita yang terus bisa ditafsir di setiap zaman? Karena karakterisasi yang dibangun olehnya sangat kukuh, sederhana, dan terjadi di dalam hidup ini,” imbuhnya.

Program Mencari Siti saat ini juga dijalankan Garin bersama kelompok Teater Musikal Nusantara (Teman) dan Indonesia Kaya. Dalam prosesnya mereka telah menggelar audisi daring untuk mencari pekerja seni yang akan mendukung seluruh rangkaian program. (Gas/M-4)

BERITA TERKAIT