02 December 2020, 18:56 WIB

Kumpulkan Bebatuan Bulan, Tiongkok Ikuti Jejak AS dan Rusia


Adiyanto | Weekend

PESAWAT luar angkasa Tiongkok berhasil mendarat di sisi terdekat bulan pada Selasa (1/12) malam dan mengirimkan beberapa gambar.

Badan Antariksa Nasional Tiongkok (CNSA), Rabu, menyebutkan pesawat itu mendarat di area yang telah ditentukan sebelumnya, yakni 51,8 derajat bujur barat dan 43,1 derajat lintang utara pada Selasa tepat pukul 23.11 waktu Tiongkok (22.11 WIB).

Tiongkok meluncurkan pesawat ulang-alik itu pada 24 November lalu. Mereka menjadi negara ketiga yang mengambil sampel dari Bulan, setelah Amerika Serikat dan Uni Soviet pada 1960-an dan 1970-an.

Selasa pukul 22.57 waktu setempat, pesawat Tiongkok tersebut berada pada 15 kilometer di atas permukaan bulan, kemudian memulai pendaratan dengan menyalakan mesin pendorong.

Kecepatan laju vertikalnya pun diturunkan dari 1,7 kilometer per detik menjadi nol.

Setelah mendeteksi dan mengidentifikasi beberapa hambatan secara otomatis, pesawat tersebut menentukan lokasi dan menyentuh daratan di sebelah barat Mons Rumker di Oceanus Procellarum yang juga dikenal dengan sebutan Lautan Badai di sisi terdekat bulan.

Seperti diwartakan AFP, dengan dikendalikan dari bumi, pesawat tersebut melakukan serangkaian cek dan persiapan kerja di permukaan bumi selama 48 jam.

Sebanyak 2 kilogram sampel material bulan dikumpulkan dan disegel dalam kontainer. Juru bicara kementerian luar negeri Tiongkok Hua Chunying menngungkapkan misi tersebut sebagai "revolusioner dalam meningkatkan pemahaman manusia tentang sejarah Bulan."

Penyelidikan telah menyelesaikan pengeboran untuk sampel pada Rabu pagi dan sekarang "mengumpulkan sampel permukaan seperti yang direncanakan", kata Administrasi Luar Angkasa Nasional Tiongkok. (M-4)

BERITA TERKAIT