29 November 2020, 04:25 WIB

Berawal dari Bekal untuk Suami


Galih Agus Saputra | Weekend

BERAWAL dari bentuk cinta untuk suami, Yori Atira bisa mendirikan usaha kuliner. Lunch for My Husband (LFMH), demikian nama usaha kuliner yang didirikan pada Agustus 2020 dan lugas tentang latar kisahnya.

"Dari dulu memang aku suka masak. Aku juga selalu masak bekal makan siang suamiku dan dari situ aku juga suka coba eksperimen bikin resep sendiri begitu. Terus setahun kita nikah lahirlah Lunch for My Husband ini. Dari namanya juga straight foward kalau ini sebenarnya bekal makan siang buat suamiku, tapi sekarang juga buat semua orang," tutur perempuan yang akrab disapa Yori ini melalui sambungan telepon, Rabu (25/11).

LFMH menawarkan empat varian sandwich. Namanya juga cukup unik, yang dikatakan diambil dari nama-nama suami yang populer di berbagai negera. Media Indonesia beberapa waktu lalu sempat mencoba salah satu menu baru LFMH yang rencananya akan dirilis akhir pekan ini.

Sandwich Michael itu, kata Yori, terinspirasi dari American cheese burger. Seperti sandwich LFMH lainnya, menu yang satu ini, kecuali roti, semuanya juga dibuat sendiri dari nol alias 'from scratch'.

Kesan pertama ketika melihat Michael. Bentuknya kotak padat dan penuh isi. Di dalamnya ada daging sapi giling (herbed beef patty), dengan cita rasa gurih khas daging sapi sekaligus wangi herbal dan memiliki tekstur empuk.

Cita rasa gurih semakin terasa ketika disantap dengan keju Amerika (American cheese) di dalamnya dan dilengkapi acar mentimun (cucumber pickle) yang menurut Yori telah dibuat sekaligus dipelajari selama bertahun-tahun. Selain itu, ada juga bawang merah, irisan tomat, bawang daun, serta selada romaine.

Dalam Michael juga ada mustarf kuning serta saus tomat buatan Yori. Semua bahan-bahan itu terasa segar ketika dicicipi.

Sayangnya, bagi pencinta makanan pedas, sandwich ini kurang mumpuni karena hanya menyertakan saus tomat. Itu pun belum terbayarkan dengan cita rasa dari mustard yang sudah dibuat sedikit mirip wasabi.

Meski begitu, satu paket reguler Michael ini boleh dibilang lebih dari cukup untuk satu orang sebab di dalamnya berisi dua tangkap roti, sedangkan untuk paket piknik berisi tiga tangkap. Bagi anak kos, satu paket reguler Michael ini bisa untuk makan dua kali, sedangkan paket piknik bisa untuk makan tiga kali.

 

Rotasi

Sebagai pendatang baru, LFMH boleh dibilang punya sistem penjualan yang cukup berani. Yori menceritakan kalau saat ini ia sedang mengadopsi sistem rotasi. Dengan sistem seperti itu, pelanggan hanya bisa memilih varian yang sedang siap diorder pada waktu tersebut.

Untuk sandwich bernama Hiroshi, misalnya, menu yang terinspirasi dari cita rasa masakan Jepang ini hanya dirilis pada masa awal LFMH berdiri. Setelah Agustus, LFMH kemudian meluncurkan varian baru bernama Adrian. Baru beberapa minggu Adrian eksis, mereka kemudian melahirkan anak ketiganya, yakni Mekong.

"Sebenarnya sering banget sih dapat DM begitu di Instagram. Malah sudah ada yang order, katanya, Hiroshi satu, Adrian satu, dan Mekong satu, tapi setelah itu kita kasih tahu sistemnya tidak begitu. Mungkin itu juga yang membuat customer jadi excited, tapi di sisi lain juga agak gregetan," kata perempuan yang juga perancang busana ini.

Meski mengadopsi sistem rotasi, Yori menceritakan minat pelanggan dengan menu yang tersedia tidak surut. Ia mengatakan LFMH saat ini tidak bisa mencukupi kuantitas dari pelanggan karena semuanya dibuat secara mandiri atau handmade agar lebih serius dan teliti.

Sandwich LFMH, lanjut Yori, juga dibuat untuk mengingat momen berlibur bersama suami. Oleh karena itu, jika Michael dibuat kala mengingat momen bepergian ke Amerika Serikat atau Hiroshi untuk mengingat ketika berlibur ke Jepang, Adrian dibuat untuk menikmati suasana Mediterania dan Mekong untuk mencicip cita rasa masakan Vietnam.

"Waktu PSBB ini kan kita di rumah terus, jadi sering ingat ketika kita jalan ke mana gitu. Akhirnya untuk menyiasati itu, kita buatlah menu, sambil membayangkan ketika jalan ke suatu tempat begitu," tutur perempuan yang ketika bepergian selalu menyempatkan mampir ke restoran deli itu.

 

Akumulasi

Menurut Yori, kelahiran LFMH ini merupakan akumulasi dari kebiasaannya mencicip sandwich di berbagai negara dan kegemaran memasak bertahun-tahun. Tak mengherankan jika kini ia selalu punya inspirasi untuk membuat berbagai macam menu sandwich.

Seperti Hiroshi, misalnya, ia terbuat dari katsu dada ayam dengan saus tonkatsu dan bawang putih panggang buatan sendiri. Di dalamnya juga ada acar bawang merah, choy sum, tomat, kubis ungu, dan roti gandum utuh multigrain.

Untuk menghadirkan cita rasa Mediterania, ia menggunakan komponen yang sama untuk Adrian. Hanya, dalam menu sandwich yang satu ini ia juga membuat saus cocol khas Mediterania, yakni Tzatziki, selain juga menunggunakan daging giling.

Sementara itu, pada Mekong, Yori mengaku bahwa ia terinspirasi dari roti isi khas Vietnam, yakni banh mi. Pada sandwich ini ia menggunakan paha ayam, pate (olesan roti) buatan sendiri, dan serai. Selain itu, ia juga membuat do chua atau acar wortel dan lebak khas Vietnam. Sisanya ia menggunakan sriracha mayo atau saus khas Si Racha, yang merupakan salah satu kota di Thailand bagian timur.

Menurut Yori, usaha pertamanya di bidang kuliner ini cukup moncer di musim pandemi. Preorder sandwich yang ia layani dari Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten, ini mula-mula berawal dengan 20 paket. Lambat laun kuantitasnya semakin meningkat dan saat ini rata-rata mendapat pesanan 30-40 sandwich. Layanan pesan antar yang dikirim menggunakan jasa ojek daring juga hanya ia layani pada Selasa, Kamis, dan Minggu atau saat ia berada di rumah.

Berangkat dari latar belakang perancang busana, membuat roti isi ini ibarat melahirkan karya seni untuk Yori. "Kebetulan kita dua-duanya juga desainer. Aku dari fashion design, sementara suami graphic desain. Jadi, selain dari kualitas rasa dan masakannya, kita juga benar-benar memperhatikan kemasannya. Kita juga berharap dari sini kita bisa menunjukkan cerita kita berdua," pungkas Yori. (M-1)

BERITA TERKAIT