27 November 2020, 18:54 WIB

Jenis Rumput Laut ini Rusak Ekosistem Samudera Atlantik


Putri Rosmalia | Weekend

SATU jenis rumput laut bernama sargassum ditemukan tumbuh tak terkendali di pesisir Samudera Atlantik bagian Meksiko dan Karibia. Rumput tersebut sebenarnya pertama kali ditemuan di Atlantik pada 2011.

Namun, tak ada yang menyangka pertumbuhan rumput laut berwarna cokelat pekat itu akan sangat cepat. Saat ini sargassum sudah dianggap menginvasi sebagian ekosistem di Altantik.

Pada 2018, sargassum juga pernah tumbuh tak terkendali. Sejak saat itu kehadirannya dinilai telah mengganggu dan merusak ekosistem sekitarnya.

Pertumbuhan sargassum yang masif bukan hanya merusak ekosistem pesisir dan mengusir ikan-ikan dari habitatnya. Kehadirannya juga dinilai merusak minat para wisatawan yang ingin menikmati keindahan pantai.

Para peneliti menemukan fakta jenis rumput laut itu membentang dari satu ujung pantai ke pantai lainnya, dari Afrika Barat hingga Teluk Meksiko. Melalui citra satelit diketahui  massa dari sargassum di Atlantik telah lebih dari 20 juta ton.

Peneliti dari University of South Florida, Mengqiu Wang, mengatakan sargassum memiliki fungsi penting bila tumbuh di perairan terbuka. Jenis rumput laut itu biasa dijadikan oleh penyu untuk berkembangbiak.

"Ini adalah vegetasi yang bagus di lautan, tapi di pantai tanaman itu berubah menjadi sesuatu yang buruk," ujar Mengqiu Wang, seperti dilansir dari bbc.com, Jumat, (27/11). (M-4)

 

 

 

BERITA TERKAIT