15 November 2020, 03:35 WIB

Bakti di Batas Negara


Sumaryanto Bronto |

DENGAN berjarak delapan jam perjalanan dari ibu kota Nusa Tenggara Timur, kita akan mencapai Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan Timor Leste. Di Desa Silawan di kabupaten itu terdapat Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain.

Olahraga sebelum kegiatan rutin pengamanan perbatasan.

 

Pada hari biasa, selain menjadi jalur penyeberangan, pos tersebut menjadi lokasi favorit wisatawan untuk berfoto. Namun, sejak pandemi covid-19, pemerintah Timor Leste menutup gerbang negaranya sehingga aktivitas penyeberangan pun nihil.

Menyemir sepatu.

 

PLBN Tanah Air dikelola oleh Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan di bawah Kementerian Dalam Negeri dan penjagaan keamananya berada di bawah tanggung jawab Tentara Nasional Indonesia, yaitu satuan tugas pengamanan perbatasan Indonesia Timor Leste Yonif Raider Khusus 744/SYB.

Briefing jalur patroli.

 

Di sepanjang perbatasan Indonesia-Timor Leste itu juga berdiri beberapa pos penjagaan di bawah Komando Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas), salah satunya Pos Damar yang berada tak jauh dari PLBN Motaain. Ativitas di Pos Damar dimulai dengan apel pagi dan olahraga sebelum kegiatan rutin pengamanan perbatasan dimulai.

Lepas kangen

 

Guna menjaga kedaulatan NKRI, Satgas Pamtas RI-RDTL berkewajiban memastikan batas-batas wilayah negara untuk tidak berseger, rusak, ataupun hilang akibat ulah manusia ataupun faktor alam.

Mencatat GPS letak patok perbatasan.

 

Terik matahari dan keringnya udara di Belu tidak menyurutkan Satgas Pamtas RI-RDTL untuk berpatroli pengamanan ke patok-patok wilayah negara. Tak hanya melakukan pengamanan, Satgas Pamtas RI-RDTL juga membantu masyarakat perbatasan yang mengalami kesulitan, seperti yang dilakukan Satgas Pamtas Asumanu di Desa Asumanu, Kecamatan Raihat, yang sigap membantu warga yang kesulitan air.

Memasang pompa hidraulis rakitan.

 

Satgas Pamtas datang dengan solusi memasang pompa hidraulis rakitan sendiri untuk memompa air dari sumber yang berada di bawah desa.

Pelayanan kesehatan.

 

Tak hanya itu, prajurit TNI juga memberikan bantuan edukasi, pramuka, kerja bakti, pemberdayaan lahan, hingga pelayanan kesehatan. Bakti di batas negeri memang kerap bukan hanya soal keamanan dan kedaulatan, melainkan juga menolong keseharian warga. (M-1)

BERITA TERKAIT