10 November 2020, 08:50 WIB

Akhir November, Tiongkok Jemput Batuan di Bulan


Bagus Pradana |

Akhir bulan ini, Lembaga Antariksa Tiongkok atau 'China National Space Administration' (CNSA) akan kembali melakoni misi ekspedisi ke Bulan untuk mengambil sampel batuan dari satelit alami Bumi tersebut, yang dinamakan misi Chang'e-5.

Ekspedisi ini merupakan kelanjutan dari misi ekspedisi Bulan sebelumnya, Chang'e-4 yang dilaksanakan Tiongkok tahun lalu.

Untuk menyukseskan ekspedisi ini CNSA bekerja sama dengan sejumlah ahli geologi planet internasional dari beberapa universitas dunia seperti Universitas Münster di Jerman, Universitas Notre Dame di Indiana - Amerika, dan China University of Geosciences di Wuhan. 

Misi Chang'e-5 adalah misi yang ditujukan untuk mengumpulkan material batuan antariksa dam mineral di wilayah Bulan yang sebelumnya belum dijelajahi oleh manusia. Jika berhasil, ini akan menjadi misi pengambilan sampel batuan Bulan yang pertama yang berhasil dilakukan Tiongkok sejak misi AS dan Uni Soviet pada 1960-an dan 1970-an.

Rencananya pesawat luar angkasa Chang'e-5 akan lepas landas pada 24 November esok dari Pusat Peluncuran Satelit Wenchang, di Pulau Hainan, Tiongkok.

Pesawat akan mendarat di dekat Mons Rümker, kompleks vulkanik setinggi 1.300 meter di wilayah utara Oceanus Procellarum - dataran lava gelap di Bulan yang terlihat dari Bumi

“Lokasi pendaratan telah dipilih dengan berbagai pertimbangan,” terang Harald Hiesinger, seorang ahli geologi yang juga di Universitas Münster, seperti dikutip dari nature.com, Kamis (5/11).

Setelah pesawat berhasil mendarat akan dilakukan pengeboran hingga kedalaman 2 meter untuk selanjutnya lengan robotik pada pesawat akan mengumpulkan sekitar 2 kilogram mineral vulkanik Bulan di dataran lava tersebut.

Pesawat luar angkasa Chang'e-5 kemudian akan melakukan perjalanan kembali ke Bumi,  dan akan mendarat di kawasan Siziwang Banner di Mongolia, Tiongkok utara, sekitar awal Desember.

Sebagian sampel mineral tersebut akan disimpan di Observatorium Astronomi Nasional Tiongkok atau 'National Astronomical Observatory of China' (NAOC) di Beijing. 

"Sebagian mineral akan disimpan di tempat yang aman untuk kebutuhan penelitian lanjutan, sebagian lainnya akan disisihkan untuk dipajang di depan umum," jelas Li Chunlai, wakil kepala untuk misi Chang'e-5, CNSA.

Sampel mineral vulkanik Bulan ini diharapkan dapat menjawab misteri tentang aktivitas vulkanik di Bulan yang diprediksi telah berhenti sejak 3,5 miliar tahun yang lalu.

"Jika sampel yang dibawa Chang'e-5 ini berhasil mengkonfirmasi bahwa (aktivitas vulkanik) Bulan masih aktif selama waktu ini. Kami akan menulis ulang sejarah mengenai Bulan", tegas Xiao Long, ahli geologi planet dari China University of Geosciences di Wuhan, yang juga terlibat dalam pemilihan lokasi pendaratan Chang'e-5. (Nature.com/M-2) 

BERITA TERKAIT