19 September 2020, 16:48 WIB

Waduh, Planet Venus 'Diklaim' Milik Rusia


Galih Agus Saputra | Weekend

TIDAK hanya wilayah di Bumi, Rusia pun kini mengklaim bahwa Venus adalah milik mereka. Demikian kelakar Dmitry Rogozin, kepala perusahaan antariksa Rusia Roscosmos, saat dimintai keterangan tentang rencana misi eksplorasi Planet Venus, dalam acara pameran HeliRussia 2020, pameran internasional industri helikopter di Moskow, Selasa (15/9) lalu.

"Melanjutkan misi eksplorasi Venus telah ada dalam agenda kami. Kami pikir Venus adalah planet Rusia, jadi kami tidak boleh ketinggalan," ungkap Dmitry saat diwawancarai oleh Kantor Berita Negara Rusia, TASS, selasa kemarin.

"Proyek misi eksplorasi Venus telah termasuk dalam program gabungan eksplorasi luar angkasa yang diusung Rusia untuk tahun 2021-2030," tandasnya seperti dilansir dari cnn.com, Jumat (18/9).

Pernyataan bos Roscosmos itu muncul sehari setelah para ilmuwan mengungkapkan bahwa telah berhasil mendeteksi senyawa yang disinyalir merupakan penanda kehidupan yaitu 'fosfin' di atmosfer Venus.

Venus merupakan planet yang ukurannya serupa dengan Bumi, dan merupakan planet tetangga terdekat dari Bumi, Selain itu planet ini juga memiliki keunikan lain, yaitu pola rotasinya  yang berbeda dengan planet lainnya.

Penemuan 'fosfin' di Venus menurut sebagian ilmuwan telah membuat planet ini (yang semula kurang mendapat perhatian dalam berbagai kajian antariksa) menjadi menarik untuk dieksplorasi, bersama dengan jMars dan beberapa planet lain yang disinyalir "dihuni" seperti Enceladus dan Europa.

Selain berdasarkan sedikit bocoran yang diungkapkan oleh bos Roscosmos. Rencana Rusia untuk mengeksplorasi Venus juga telah dikonfirmasi oleh Badan Antariksa Eropa (European Space Agency/ESA) dalam sebuah keterangan di situs website resminya yang menyatakan bahwa Rusia memang memiliki pengalaman yang cukup signifikan dalam kajian Venus jika dibanding negera-negera lain.

"Antara 1967-1984, Pemerintah Rusia telah menjadi pionir dari ragam riset-riset akademik turunan mengenai planet Venus," tulis ESA dalam sebuah postingan di websitenya. (M-4)

 

 

BERITA TERKAIT