29 July 2019, 16:57 WIB

Festival Manado Fiesta, Cermin Toleransi


Tosiani | Weekend

PEMERINTAH Kota Manado, Sulawesi utara menggelar Festival Manado Fiesta 27 Juli hingga 4 Agustus mendatang. Gelaran tingkat nasional ini menampilkan keragaman budaya, suku, dan agama sebagai cerminan toleransi di daerah tersebut.

Keragaman tersebut diwujudkan melalui penampilan tarian khas dari berbagai daerah, parade budaya juga dari berbagai daerah yang tumbuh subur di Manado. Juka jalinan toleransi antar umat beragama. "Ini adalah pembuktian Kota Manado selalu ingin menjaga kerukunan dan keberagaman. Nilai-nilai toleransi kami tampilkan dari Sulawesi utara untuk Indonesia melalui Festival Manado Fiesta," tutur Walikota Manado, Ficky Lumentut saat membuka Festival Manado Fiesta, Sabtu (27/7) Malam.

Walikota menjelaskan, ini merupakan even utama dan gelaran rutin tahunan dalam tiga tahun terakhir. Kegiatan ini, katanya, diselenggarakan Pemkot dan masyarakat untuk menyambut kebijakan Gubernur dalam menjadikan Sulut sebagai daerah tujuan wisata kawasan timur Indonesia, sejajar dengan Bali dan daerah lainnya. "Target kami 1 juta turis datang ke Sulut yang pintu utamanya Manado,"ujarnya.

Dijelaskan, even Manado Fiesta dikemas dalam bentuk parade, menampilkan rumah besar bersama. Berisi tentang suku agama budaya dan ras. Serta menampilkan kekayaan taman laut Bunaken. Sedikitnya berbagai jenis festival dalam gelaran ini. Diantaranya, Fish and Coral Festival, Food Festival, Fair Festival, Fantastic Festival, Flying Festival Feed Festival. Festival dilaksanakan mulai hari ini, Sabtu (27/7) selama delapan hari hingga 4 Agustus 2019.

Manado Festival ini, lanjutnya, berbeda dengan penyelenggaraan tahun pertama dan kedua. Yang ketiga ini ada dukungan negara besar dari negara sahabat. Diperlihatkan dengan kehadiran para duta besar, seperti Dubes Colombia, Libanon, Filipina, Laos, Pakistan, Thailand, Republik Korea Utara, Srilanka, Serbia, Libia, Korea Selatan, Polandia, dan Australia.

"KRI Dewa Ruci ada di Teluk manado sejak kemarin. Ada 15 provinsi dan lima negara ikut dalam flying Festival. Tanggal 3 Agustus akan ada kehadiran 3000 penyelam di Teluk Manado. Tahun 2020 harapan kami Manado Festival masuk kalender even Kementerian Pariwisata. Terakhir tanggal 4 Thanks Giving,"katanya.

Menteri Pariwisata Arif Yahya, dalam sambutannya yang dibacakan Deputi Pengembangan dan Pemasaran 1 Regional III Kemenpar, Mohammad Riki, mengaku bangga Manado Fiesta tetap eksis hingga tahun 2019. Keberhasilan satu event merupakan wujud kerjasama banyak pihak, pemerintah pusat, provinsi, dan kota, serta dukungan banyak pihak. Hari ini Manado Fiesta masuk dalam trending topik nomor empat di media sosial. Event ini akan bermanfaat jika memiliki nilai-nilai, termasuk komersial value.

"Kita masuk dalam empat daerah super prioritas pembangunan pariwisata. Semua daerah di Manado akan mendukung program ini untuk meningkatkan keaejahteraan masyarakat. Mari bergandeng tangan mewujudkan pariwisata Manado,"kata Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey.

Ia menyebutkan, angka kunjungan wisata ke Sulawesi Utara pada 2019 ada sebanyak 2 juta orang turis. Jumlah ini meningkat dari sebelumnya kisaran 1,5 juta orang. Mereka masuk melalui Bandara Samratulangi.

Ia mengimbau masyarakat menjaga sikap gotong-royong masyarakat untuj menyambut kunjungan ke Sulut. Dari 15 kabupaten dan kota di Sulut, baru empat daerah yang menyelenggarakan even wisata nasional. (M-4)

BERITA TERKAIT