Cuaca di Madinah Lebih Panas, Jemaah dari Mekah Harus Antisipasi

Views : 1340 - 23 August 2019, 03:00 WIB

JEMAAH haji Indonesia rombongan pertama gelombang II dari Mekah telah tiba di Madinah Rabu (21/8).

Mereka akan berada di Madinah selama 8 hari untuk melaksanakan ibadah Arbain (solat 40 waktu) di Masjid Nabawi.

Kepala Sektor 5 Khalilurrahman mengatakan hal itu, saat menyambut jemaah haji dari kloter SUB (Surabaya) 41 yang pertama tiba di Hotel Gulnar Taibah, sektor 5 pemondokan Madinah yang berjarak sekitar 20 meter dari pintu Masjid Nabawi.

"Menurut jadwal, jemaah tiba di hotel pada pukul 14.00, tapi ternyata 30 menit lebih awal dari jadwal kedatangan," kata Khalilurrahman.

Dia menyebutkan, ada 450 jemaah dari kloter SUB 41 yang tiba Rabu (21/8) siang.

Pada malam harinya, sekitar pukul 22.00, dua kloter lagi dari Batam 16 (BTH 16) dan Solo 43 (SOC) sekitar 800 orang.

Hari Rabu (21/8) total ada sekitar 14 kloter yang tiba di Madinah dari Mekah.

Sebelum jemaah turun dari bus, khalilurrahman mengingatkan jemaah untuk mencatat nama hotel, menjaga kesehatan, dan barang berharga selama beribadah Arbain atau salat 40 waktu di Masjid Nabawi.

"Kami juga ingatkan, cuaca di Mekah dan Madinah berbeda. Di Madinah suhunya 43 sampai 44 derajat Celcius, ini perlu diantisipasi," kata Khalilurrahman.

Dia juga mengatakan, agar jemaah haji saat beribadah di Masjid Nabawi membawa sandalnya masuk k masjid.
Tidak menitipkannya kepada orang lain.

Karena, jika terpisah maka jemaah akan  bertelanjang kaki, yang bisa mengakibatkan kaki melepuh terkena panas.

"Kami juga sampaikan jemaah haji untuk memakai masker dan kacamata hitam," kata Khalil.

Pada kesempatan itu, dia juga mengingatkan jemaah haji Indonesia, soal perbedaan hotel di Madinah dan Mekah.

Di Madinah tidak ada mesin cuci dan tempat menjemur seperti hotel di Mekah.

Artinya jemaah harus mencuci dan menjemur sendiri di kamar mandi, atau menggunakan fasilitas laundry. (Sitria Hamid)

BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA