04 August 2022, 14:14 WIB

Duet Perguruan Tinggi-Media Massa Untungkan Masyarakat


Mediaindonesia.com |Video

img

KOLABORASI perguruan tinggi dan media massa memudahkan masyarakat menyerap informasi dari lembaga pendidikan. Terlebih bila menyangkut hasil-hasil penelitian, para peneliti diharapkan bisa menuliskannya dalam bahasa yang dipahami masyarakat.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ITB Dr Ir Yuli Setyo Indartono menyampaikan hal itu saat membuka pelatihan penulisan artikel populer dan opini melalui Zoom di Bandung, Jawa Barat, kemarin.

"Kawan-kawan peneliti sudah jago kalau menulis untuk jurnal ilmiah. Jadi, ini merupakan tantangan bagi kawan-kawan untuk menggali ilmu tentang penulisan artikel populer agar hasil-hasil penelitian tersebut bisa dibaca masyarakat," ujarnya.

Pelatihan yang merupakan kerja sama antara Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Media Indonesia tersebut diikuti 30 dosen dan tenaga kependidikan. Mereka mendapatkan materi penulisan dari jurnalis Media Indonesia Iis Zatnika dan Eko Suprihatno selama dua hari kegiatan.

Dalam pelatihan itu, peserta mendapat paparan bagaimana membuat sebuah tulisan yang bisa diterima khalayak umum. Selepas itu, mereka diwajibkan menulis sebuah artikel untuk kemudian dibedah bersama-sama. Pemateri akan membantu mengarahkan para peserta membuat kalimat efektif dan diksi yang mudah dipahami.

Selama pelatihan berlangsung, dialog interaktif terjalin apik. Banyak pertanyaan diajukan peserta yang ingin mengetahui pola penulisan yang bisa dipahami khalayak.

"Pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan kawan-kawan peneliti dan dosen. Ini meningkatkan semangat kami. Hal itu karena bisa mentransformasikan bahan-bahan yang ruwet ke bentuk tulisan yang dipahami masyarakat," ungkap Nurlaela Arief, dosen School of Business and Management (SBM) ITB.

Menurut praktisi kehumasan itu, menerjemahkan bahasa penelitian bukan perkara mudah. Pemilihan sudut pandang dalam tulisan pun memegang peran penting agar masyarakat tertarik membaca. "Ternyata masih banyak yang harus kami pelajari dalam hal tulis-menulis ini," ujar Lala, sapaan akrab Nurlaela. (Eko/H-2)

BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA