26 February 2022, 07:00 WIB

Urusan Toa Masjid, Kok Malah Runyam?


Mediaindonesia.com |Video

img

POLEMIK toa masjid kembali mengemuka ketika Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan Surat Edaran nomor 05 tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala. Yang menuai kontroversi yakni terkait dengan pembatasan tingkat kebisingan suara pelantang dari rumah ibadah maksimal 100 desibel.

Pro dan kontra bermunculan. Mereka yang mendukung kebijakan menegaskan aturan tersebut untuk menjaga sikap saling menghormati dan ketenangan di tengah masyarakat. Karena, kebisingan bias menyebabkan polusi udara bagi warga yang tengah istirahat, beraktivitas, atau bahkan yang beribadah di rumah.

Sedangkan yang menolak kebijakan ini menganggap aturan itu sebagai bentuk upaya menghalangi syiar Islam. Juga timbul anggapan bahwa aturan ini bentuk penyeragaman. Padahal kondisi di tiap-tiap daerah berbeda-beda respons masyarakatnya terhadap penggunaan pengeras suara rumah ibadah. Mestinya aturan mengenai hal itu diserahkan ke lingkungan masyarakat masing-masing.

Akan lebih harmonis jika urusan pelantang ini dibicarakan dengan segenap kesadaran dan sikap saling menghormati di lingkungan warga masing-masing. Masjid harus hadir sebagai pusat kegiatan yang ramah lingkungan. Begitupun masyarakat juga tidak adil ketika meminta pengurus masjid untuk tidak menggunakan pengeras suara, termasuk untuk kepentingan azan.

 

BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA