28 July 2020, 10:59 WIB

Hobi Aquascape untuk Usir Kejenuhan Meningkat Selama Pandemi


Mediaindonesia.com |Video

Meski sudah lama muncul di tanah air, seni bercocok tanam di dalam air (aquascape) kini kembali digemari di saat pandemi covid-19.

Karena keindahan tanaman dan bebatuan dalam air, dipadukan dengan ikan hias, membuat para perajin aquascape pun mulai kebanjiran pesanan, terutama sejak PSBB diberlakukan.

Seperti di workshop Rawalumbu Aquatic Design (RAD) yang berlokasi di Pasar Ikan Hias Rawalumbu, Bekasi, Jawa Barat.

Menurut pemilik RAD, Pung Astara, 59, terus tumbuhnya penghobi aquascape, membuka peluang bisnis baru.

Aquascape di Indonesia diuntungkan dengan melimpahnya bahan-bahan yang mudah didapatkan.

"Berharap bahwa tidak ada eksploitasi besar-besaran, agar ekosistem tetap terjaga dengan baik," tegas pria yang akrab disapa Pakde itu.

Pembuatan aquascape terbilang mudah, cepat, dan murah.

Namun kesabaran dan ketelatenan sangat diperlukan baik dalam mebuat atau merawat karya seni ini.

"Kebahagiaan itu tidak harus dengan sesuatu yang mahal," pungkas pria yang telah menggeluti aquascape sejak tahun 2014 itu.

Untuk harga jual aquascape cukup bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga juta rupiah, tergantung pada ukuran, dan tingkat kerumitannya.

Aquascape itu sendiri pertama kali dipopulerkan di Asia oleh seorang fotografer asal Jepang Takashi Amano.

Selain aquascape, ada paludarium dan terrarium yang juga kini naik daun di Indonesia. (vky)

BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA