19 March 2023, 21:39 WIB

Pemanfaatan Teknologi Bantu Efisienkan Biaya Pemasaran


Mediaindonesia.com |

STATEGI pemasaran atau marketing kini sudah memasuki era baru dengan masuknya teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang mengubah lanskap industri. Sehingga  penting bagi bisnis untuk menguasai data dan teknologi untuk dapat memahami dan memenangkan pelanggan.

“Segala sesuatu dalam bidang digital marketing itu berhubungan dengan tren. Behavior model (machine learning) itu sangat penting untuk dikuasai,” ujar Viktor Iwan. CEO Doxa Digital dalam event Power Lunch bertajuk “Stop Wasting Your Marketing Budget” yang merupakan rangkaian SEOCon Jakarta 2023.

Viktor mengatakan, proses pelanggan dalam mencari hingga menentukan pilihan produk cukup berliku. Menurutnya, untuk bisa unggul di pasaran, pemilik bisnis harus mengerti cara untuk memenangkan “The Messy Middle” model, yaitu sebuah model yang dapat memetakan pengambilan keputusan oleh user. 

Baca juga : MMA Global Indonesia akan Gelar Ramadhan Insight 2023, Bahas Tren Industri dan Strategi Pemasaran

Dalam hal ini, secara spesifik dalam bidang pembelian produk. Model The Messy Middle memiliki beberapa tahapan, mulai dari trigger, exposure, exploration dan evaluation, serta experience, sebelum konsumen melakukan purchase. 

CEO ToffeeDev dan Toffee Events Ryan Kristo Muljono mengatakan, tren utama yang perlu kita semua perhatikan di tahun 2023 ini dalam dunia marketing adalah AI, programmatic advertising, serta fokus pada local Search Engine Optimization (SEO), metaverse, serta video marketing.

Baca juga : Rumah Pintar Ini Bisa Berinteraksi Seperti di Film Iron Man

“Teknologi AI sendiri memang memicu banyak perdebatan mengenai sisi baik dan buruknya. Meski kehadiran AI dianggap mengancam beberapa sektor bisnis karena dapat menggantikan peran manusia, di sisi lain banyak kelebihan dari AI yang akan mempermudah bisnis. Salah satunya adalah proses pengambilan dan pengolahan data," ujar Ryan.

Data dari Forbes juga menunjukkan Dilansir dari Forbes, beberapa strategi yang akan digunakan untuk menunjang performance marketing adalah AI dan otomatisasi (seperti chatbot dan automated email campaign), contextual advertising, dan teknologi seperti visual search dan Augmented Reality (AR) serta Virtual Reality (VR).

Berdasarkan insight tersebut, fokus utama pada SEOCon Jakarta 2023 akan terletak pada performance oriented marketing. Pembahasan juga akan meliputi marketing tools dan tren sosial yang terus berkembang dengan pesat seiring waktu. 

Dengan begitu, SEOCon Jakarta 2023 dapat diikuti oleh jangkauan audiens yang lebih luas, setelah sebelumnya berorientasi pada kalangan praktisi SEO. 

SEOCon merupakan sebuah konferensi bagi para SEO practitioners dan marketers untuk memperdalam wawasan seputar SEO untuk meningkatkan performa bisnis dengan strategi SEO. 

SEOCon Jakarta telah digelar setiap tahun sejak 2019 dengan total lebih dari sepuluh ribu partisipan. Di tahun lalu, SEOCon juga berhasil menggelar SEOCON Forum Bali 2022 dengan seratus partisipan dan pembicara dari dari US, UK, Australia, Singapura, Thailand, Filipina dan lain-lain.

Sedikit berbeda dari SEOCon di beberapa tahun sebelumnya, kali ini fokus pembahasan tak sebatas seputar SEO, tapi sekaligus akan membahas digital marketing secara keseluruhan. Hal inilah yang mendorong salah satu penyedia cloud hosting milik anak bangsa, Dewaweb, untuk mendukung penuh SEOCon sebagai partner utama, 

“Dewaweb sangat antusias untuk menjadi bagian dari event ini, karena bagaimanapun juga, salah satu kunci sukses untuk menjalankan bisnis online adalah dengan menguasai kemampuan digital marketing secara holistik,” ujar Edy Budiman, CEO PT Dewaweb. 

Selain itu, Dewaweb dan ToffeeDev bersama Goodworks akan mengadakan welcoming dinner bagi para partisipan VIP tiket dan pembicara sebagai agenda baru di tahun ini. Dalam acara ini, peserta akan disuguhi hidangan serta pertunjukan hiburan live music. 

“Kami, sebagai penyelenggara, memberikan kesempatan bagi para partisipan VIP untuk berinteraksi langsung dan melakukan networking. Harapannya, dengan adanya event ini, para partisipan dapat membangun kerjasama yang lebih erat,” ungkap Tjandra Wancik, Director The Kasablanka. (RO/Z-5)

BERITA TERKAIT