30 November 2022, 21:16 WIB

Fight for Access Accelerator Berdayakan Startup Bidang Kesehatan Karya Perempuan


Mediaindonesia.com |

RECKIIT Indonesia dan Health Innovation and Investment Exchange (HIEx) secara resmi meluncurkan Program Fight for Access Accelerator di Indonesia, Rabu (30/11).

Program akselerator ini bertujuan untuk menjadi katalis inovasi kewirausahaan sosial sekaligus untuk meningkatkan kualitas kesehatan di Indonesia.

Untuk merealisasikan program ini, Reckitt dan HIEx bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan mitra pengembangan lainnya guna menyelesaikan masalah dan tantangan unik di kawasan Asia Tenggara.

"Indonesia berada dalam jalur yang tepat untuk menjadi digital powerhouse di kawasan. Generasi yang melek teknologi terus berinovasi dan mendobrak batasan dalam pemanfaatan teknologi, termasuk di bidang kesehatan. Meskipun dalam krisis, kita melihat ketahanan ekonomi karena Indonesia adalah negara pengusaha. Indonesia memiliki jumlah UMKM besar yang setengahnya dipimpin oleh perempuan. Mengapa kita tidak memanfaatkan kemampuan digital dan semangat wirausaha untuk menyelesaikan sejumlah masalah krusial dalam sektor kesehatan di Indonesia?" kata Pradeep Kakkattil, CEO HIEx.

Ia menambahkan teknologi bisa berperan membantu masyarakat dalam memberikan layanan kesehatan. Termasuk dalam menangani kasus stunting, sanitasi, diabetes dan lainnya.

"Fight for Access Accelerator adalah upaya kita mengidentifikasi dan mendukung pegiat startup untuk menciptakan solusi inovatif dengan berbagai pemain di ekosistem kesehatan," lanjut Pradeep.

baca juga: PHK Ancam Start-up, IndoSterling Technomedia Tetap Optimistis

Melalui Fight for Access Accelerator, Reckitt dan HIEx menjadikan Sustainable Development Goal (SDG) untuk memastikan kehidupan sehat dan mewujudkan kesejahteraan hidup untuk seluruh kelompok usia sebagai fokus utamanya.

Hal ini sangat relevan karena 1 dari 5 orang Indonesia masih kesulitan untuk mengakses layanan kesehatan standar dan angka kematian yang tinggi disebabkan oleh penyakit yang seharusnya bisa dihindari.

Presiden Direktur Reckitt Indonesia, Srinivasan Appan menambahkan di  Reckitt dalam program pemberdayaan perempuan diperjuangkan untuk menyediakan akses kebersihan, kesehatan, dan nutrisi dengan kualitas terbaik untuk semua orang.

"Kami percaya bahwa ketika kami memberdayakan perempuan, kami memberdayakan seluruh keluarga dan masyarakat luas," ujarnya.

Akselerator ini memiliki semangat yang sama dengan agenda transformasi Kementerian Kesehatan yang memprioritaskan peningkatan ekosistem teknologi kesehatan.

"Sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, mandiri, dan berkeadilan, Kementerian Kesehatan terus melakukan transformasi pelayanan kesehatan primer dan rujukan yang membantu peningkatan kualitas dan aksesibilitas pelayanan kesehatan," kata Setiaji, Chief Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Sejalan dengan perkembangan pesat teknologi kesehatan, Kemenkes akan memperkenalkan sandbox regulasi inovasi kesehatan sebagai tempat para inovator untuk memberikan feedback yang diperlukan bagi pemerintah dalam merumuskan peraturan tertentu.

Sandbox ini juga akan memastikan bahwa setiap solusi tersebut aman dan nyaman digunakan oleh masyarakat. "Kami mengapresiasi Reckitt Indonesia dan HIEx atas peluncuran Fight for Access Accelerator yang turut ambil bagian dalam upaya ini, dan kami tak sabar untuk melihat lebih banyak lagi inovasi yang akan datang," ujarnya.

Program ini terbuka untuk seluruh startup, khususnya yang dipimpin oleh perempuan, dengan mendaftar melalui fightforaccess.org. (RO/N-1)

 

 

BERITA TERKAIT