05 October 2022, 07:14 WIB

Digitalisasi Indonesia Jilid 2, IDcloudHost Siapkan Infrastruktur Internet Web3


Mediaindonesia.com |

PRESIDEN Joko Widodo menilai generasi muda memainkan peranan penting dalam penggunaan internet. Ini karena potensi ekonomi digital Indonesia diperkirakan bertumbuh pesat dan menjadi tertinggi di Asia Tenggara pada 2030. Jokowi memperkirakan ekonomi digital Indonesia akan melonjak delapan kali lipat dari 2020 ke 2030, dari Rp632 miliar triliun menjadi Rp4.531 triliun. 

CEO IDCloudHost, Alfian Pamungkas, menyambut tantangan Jokowi agar generasi muda dapat memainkan peranan dalam pemanfaatan internet bagi pengembangan ekonomi digital menuju 2030. "Kami mengambil peran aktif dalam pengembangan digital ekonomi Indonesia menuju 2030. Kami mendukung digitalisasi jilid 2 yang diarahkan Pak Presiden dengan menyiapkan infrastruktur internet web3," jelas Alfi, Jakarta, Selasa (4/10).

Web3 ialah internet generasi ketiga berbasis blockchain kala data akan saling berhubungan dengan cara yang terdesentralisasi. Web3 menghadirkan potensi untuk membuka nilai lebih bagi semua orang di internet. Web3 juga menghadirkan tingkat keamanan yang lebih tinggi.

"Kami menyediakan layanan cloud Baremetal, VPS yang dapat dikembangkan sebagai pondasi infrastruktur Web3. Saat ini, pengelola crypto coin yang berbasis blockchain telah dapat mengoperasikan sistemnya dengan memanfaatkan Baremetal dan atau VPS yang disediakan IDCloudHost dengan sebaran region Indonesia dan Singapura," lanjut Alfi.

Blockchain adalah teknologi yang digunakan sebagai sistem penyimpanan atau bank data secara digital yang terhubung dengan kriptografi dan arsitektur terdesentralisasi. Tidak tanggung-tanggung, untuk mempersiapkan infrastruktur Web3, IDCloudHost telah menginvestasikan dan memiliki lebih dari 1.500 server siap digunakan. Keseriusan IDCloudHost menjadi catatan tersendiri, mengingat potensi ekonomi digital yang disebutkan Jokowi mencakup nilai yang besar yakni Rp.4.531 triliun. 

Dikutip dari laman McKinsey, inti dari Web3 ialah desentralisasi model bisnis. Sejauh itu, ini menandai fase ketiga dari internet dan memberikan kendali kepada pengguna. Tujuannya, kendali tidak lagi terpusat di platform dan agregator besar, melainkan didistribusikan secara luas melalui blockchain terdesentralisasi dan smart contract.

Dalam praktiknya, ini dapat menandai perubahan paradigma dalam model bisnis untuk aplikasi digital dengan menjadikan disintermediasi sebagai elemen inti. Perantara mungkin tidak lagi diperlukan untuk menghubungkan data, fungsionalitas, dan nilai. Pengguna dan pembuat konten dapat berkreativitas tanpa batas, menggunakan aplikasi open source daripada aplikasi proprietary. Hal ini akan mendorong inovasi dan peningkatan skalabilitas. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT