22 September 2022, 15:30 WIB

Memahami Prinsip Tata Letak atau Lay Out dalam Desain Grafis


Mediaindonesia.com |

PRINSIP tata letak (layout) dalam desain grafis merupakan hal penting karena dapat memengaruhi hasil. Desain grafis dikatakan baik bila menerapkan semua prinsip tata letak desain grafis.

Indikator keberhasilan desain grafis yaitu keberhasilan penyampaian pesan kepada audiens. Prinsip-prinsip tata letak dapat digunakan sebagai panduan untuk mempermudah dalam membuat komposisinya. Komposisi tata letak yang tepat dapat membuat karya desain grafis menjadi menarik. Oleh karena itu, seorang desainer harus memahami komposisi desain karena semua desain yang tercipta berasal dari kreativitas yang dimiliki.

Apa saja prinsip-prinsip tata letak desain grafis? Untuk mengetahuinya pelajari materi pada modul berikut dengan saksama yang dikutip dari buku Dasar Desain Grafis SMK/MAK Kelas X yang ditulis Hanifah Wijayanti dan Penerbit Putra Nugraha. Tetap semangat ya.

Pengertian layout

Menurut bahasa, layout memiliki arti tata letak. Menurut istilah, layout merupakan kegiatan menyusun, menata, mengatur, dan memadukan unsur-unsur komunikasi grafis seperti teks, gambar, dan bidang menjadi komposisi karya visual yang komunikatif, estetik, persuasif, dan menarik. Dengan kata lain, layout adalah proses memulai perancangan suatu produk cetakan.

Unsur yang harus jelas tampak pada layout.

1. Gaya huruf dan ukurannya.
2. Komposisi gambar yang digunakan.
3. Bentuk ukuran dan komposisi.
4. Warna.
5. Ukuran dan jenis kertas.

Dalam teori pembuatan tata letak dibagi menjadi tiga tahapan.

1. Membuat tata letak miniatur sketsa mini (tumbnail) yaitu tahapan perancangan dalam menentukan komposisi unsur-unsur yang akan ditempatkan.
2. Membuat tata letak kasar yaitu tahapan perancangan yang sudah berwujud gambar dan teks.
3. Membuat tata letak komprehensif lengkap yaitu tahapan perancangan sehingga keseluruhan unsur sudah disusun dengan baik dan teratur, sudah final, dan siap cetak.

Prinsip-prinsip tata letak (layout)

1. Kesebandingan atau proporsi.

Kesebandingan atau proporsi merupakan perbandingan ukuran yang digunakan untuk menentukan perbandingan yang dianggap tepat antara panjang dan lebar, antara bagian satu dengan bagian lain. atau bagian dengan unsur secara keseluruhan. Perbandingan termasuk satu prinsip yang dapat menentukan baik atau tidaknya suatu komposisi/struktur/susunan dalam mewujudkan bentuk. Ini bisa merupakan perbandingan ukuran, perbandingan posisi ataupun perbandingan ruang yang berelasi dengan satuan ukuran seperti panjang, lebar, dan tinggi.

2. Keseimbangan atau balance.

Setiap karya desain grafis harus dapat mengomunikasikan informasi secara jelas sekaligus estetis. Hal itu memerlukan keadaan keseimbangan pada unsur-unsurnya agar tujuan tersebut dapat tercapai. Keseimbangan atau balance secara visual dapat diartikan sebagai kondisi yang sama berat. 

Ada dua metode pendekatan dalam menciptakan keseimbangan.

a. Keseimbangan simetris atau formal balance yaitu keseimbangan yang berdasarkan pengukuran dari pusat yang menyebar dan membagi sama berat antara kiri dan kanan maupun atas dan bawah secara simetris atau setara.

b. Keseimbangan asimetris atau informal balance merupakan keseimbangan yang tersusun atas unsur-unsur yang berbeda antara kiri dan kanan, tetapi dari komposisinya terasa seimbang.

3. Irama atau rhythm.

Irama merupakan pola tata letak atau layout yang dibuat dengan melakukan pengulangan unsur-unsur tata letak secara teratur agar menciptakan kesan yang menarik. Penerapan prinsip irama merupakan salah satu upaya menggambarkan unsur gerak pada media grafis yang statis. Penampilan unsur gerak dilakukan untuk mendapatkan unsur dinamis dalam menambah nuansa penekanan yang lebih informatif.

Langkah-langkah dalam menata tata letak untuk menciptakan irama.

a. Menggandakan objek dengan bentuk dan ukuran yang sama untuk menciptakan sebuah ritme biasa.

b. Menggandakan objek dengan variasi ukuran semakin besar atau dengan variasi bentuk yang berbeda untuk menciptakan ritme yang dinamis.

c. Menggandakan objek dengan bentuk yang sama untuk menciptakan objek baru.

d. Untuk media yang terdiri dari beberapa halaman, masukkan unsur dan posisi yang sama pada setiap halaman, misalnya buku atau newsletter.

e. Untuk yang terbit beberapa edisi perlu ada penempatan unsur-unsur yang sama dan posisi yang sama pada setiap edisi, misalnya majalah.

4. Kontras (contrast).

Dalam menyampaikan informasi perlu disusun berdasarkan prioritas, sehingga muncul informasi yang paling penting dan perlu ditonjolkan. Dengan demikian, informasi tersebut akan dieksekusi melalui elemen visual yang kuat dan mencolok. Hal itu dapat dilakukan dengan menerapkan prinsip kontras yaitu ada perbedaan yang mencolok pada beberapa unsur tata letak.

Langkah langkah menata tata letak untuk menciptakan kontras.

a. Masukkan objek, ilustrasi, atau unsur lain dengan ukuran yang berbeda.

b. Letakkan bagian yang penting dari teks pada sudut melengkung atau posisi yang berbeda daripada teks yang lain di kolom lurus.

c. Gunakan huruf tebal dan hitam untuk headline dan jenis teks ringan untuk body text.

d. Buatlah bidang yang besar di sebelah gambar kecil/sedikit teks.

e. Pilihlah warna yang berlawanan antara unsur utama untuk memisahkan atau menekankan.

f. Gunakan jenis font berbeda untuk headline yang membawa informasi penting dengan informasi pendukung.

5. Kesatuan atau unity.

Kesatuan atau unity merupakan salah satu prinsip yang menekankan pada keselarasan dari unsur-unsur yang disusun. Desain grafis bisa dikatakan menyatu apabila secara keseluruhan tampak harmonis. Prinsip kesatuan juga dikenal dengan istilah proximity yang berarti kedekatan.

Baca juga: Kenali Sistem Warna Komputer, Aplikasi dan Modelnya 

Langkah langkah menata tata letak untuk menciptakan kesatuan.

a. Membentuk suatu hierarki dari jenis ukuran untuk unsur utama, sub judul, teks, dan lain-lain sesuai dengan format.

b. Mendekatkan elemen-elemen agar berdampingan atau bersinggungan.

c. Konsisten dengan jenis font, ukuran, dan gaya untuk judul, subjudul, keterangan, headers, footers pada beberapa media.

6. Keselarasan (harmony).

Keselarasan merupakan prinsip desain grafis yang diartikan sebagai keteraturan tatanan di antara bagian bagian suatu karya atau keteraturan di antara prinsip-prinsip desain lain. Semua hal yang membentuk suatu rancangan harus ada hubungan satu sama lain dengan seluruh rancangan sehingga memberi kesan menjadi satu.

Harmoni dapat diwujudkan dengan dua cara.

a. Harmoni dari segi bentuk yaitu ada keserasian dalam penempatan unsur-unsurnya. Hal ini dapat dilihat dari segi bentuk dan ukurannya pada media seperti brosur, liflet, poster.

b. harmoni dari segi warna. 

Warna memiliki pengaruh yang amat besar karena tiap warna memiliki sifat masing masing. (OL-14)

BERITA TERKAIT