19 August 2022, 07:15 WIB

Warga Tiga Negara Asia Tenggara Ini Paling Sulit Menjangkau Harga Ponsel Pintar


Basuki Eka Purnama |

PONSEL pintar sudah menjadi kebutuhan bagi warga. Namun, jika menginginkan ponsel pintar yang tercanggih, harganya kadang jauh dari jangkauan.

Di Asia Tenggara, warga tiga negara ini, yaitu Indonesia, Vietnam, dan Filipina adalah yang paling kurang bisa menjangkau harga ponsel. Hal itu dihitung dari rata-rata gaji bulanan di ketiga negara itu berdasarkan data World Bank seperti dilansir iPrice dalam penelitian terbaru mereka. Indonesia memiliki gaji rata-rata per bulan Rp3,8 juta, Vietnam Rp2,7 juta, sementara Filipina Rp3,9 juta.

Akibatnya, di ketiga negara itu, harga rata-rata ponsel pintar kelas menengah adalah dua kali atau lebih dari gaji bulanan mereka. 

Baca juga: Ini Harga dan Spesifikasi Samsung Seri Z Flip 4 5G Terbaru  

Bahkan membeli ponsel kelas bawah adalah pengeluaran yang cukup besar untuk masyarakat di ketiga negara ini, dengan biaya lebih dari 70% rataan gaji bulanan mereka. 

Di ketiga negara itu, model ponsel pintar kelas atas tentunya sangat tidak terjangkau untuk kebanyakan orang, karena biayanya mulai dari 3 hingga 6 kali lebih besar dari gaji bulanan mereka.

Dok iPrice--Grafis keterjangkauan harga ponsel pintar di lima negara Asia Tenggara

Keterjangkauan ponsel pintar yang rendah di ketiga negara ini sangat kontras dengan pasar Malaysia dan Singapura, dengan harga ponsel pintar kelas bawah hanya satu per tiga atau kurang dari rataan gaji bulanan mereka. Sedangkan harga ponsel pintar kelas atas hanya memakan biaya sekitar 1 bulan gaji mereka. 

Selain jumlah gaji, iPrice juga menemukan bahwa harga aktual yang ditawarkan oleh online seller lokal untuk beberapa brand berbeda secara signifikan tergantung nilai MRP (Manufacturer’s Retail Price). Sehingga hal ini juga memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap keterjangkauan smartphone.

Data menunjukkan model iPhone terbaru – iPhone 13, iPhone 13 Pro Max, dan iPhone 13 Mini – memiliki harga yang konsisten di kelima pasar Asia Tenggara yang diteliti. Untuk jenis smartphone ini, harga rata-rata yang ditawarkan online seller hanya bervariasi hingga 10% antar pasar.

Sebaliknya, harga untuk model kelas atas dari Oppo, Vivo dan Samsung terlihat bervariasi sekitar 50% antarpasar, dengan Indonesia dan Filipina yang memiliki variasi terbesar. Bahkan, kita juga bisa melihat variasi harga yang serupa untuk model smartphone tahun 2021.

Maka, keterjangkauan smartphone ini sebenarnya bukan hanya karena perbedaan yang signifikan dalam gaji bulanan rata-rata, tetapi juga penetapan harga oleh online seller yang disesuaikan dengan demand masyarakat yang kuat terhadap produk tertentu.

Dengan kondisi seperti ini, tidak heran kalau banyak konsumen yang menandatangani kontrak dan membayar bulanan kepada provider telekomunikasi, agar mereka bisa memanfaatkan paket pembayaran terjangkau untuk model smartphone terbaru. 

Opsi pembayaran “Buy Now, Pay Later” juga menjadi salah satu pilihan yang diambil oleh konsumen. (OL-1)

BERITA TERKAIT