19 August 2022, 06:45 WIB

Ini Perbandingan Keterjangkauan Harga Ponsel Pintar Populer di Indonesia


Basuki Eka Purnama |

WARGA Indonesia merupakan pengguna ponsel pintar dengan persentase terbanyak di Asia Tenggara, Berdasarkan penelitian yang dilakukan tim riset iPrice, sebanyak 94% warga Indonesia adalah pengguna ponsel pintar

Namun, apakah persentase penggunaan berarti harga ponsel pintar cukup untuk dijangkau masyarkat Indonesia?

Tim iPrice melakukan riset dengan mengalkulasi harga asli dari 250.000 produk ponsel pintar yang terdapat dalam katalog yang ditawarkan dan membandingkannya dengan nilai rataan gaji per bulan masyarakat Indonesia berdasarkan data World Bank. 

Baca juga: Ini Kelebihan dan Peningkatan Fitur Samsung Z Flip 4 5G

Ada empat merek ponsel pintar yang dipilih berdasarkan popularitas mereka di Indonesia yaitu Apple, Samsung, Vivo dan Oppo. 

Dari masing-masing mereka kemudian dibagi dalam klasifikasi kelas atas, menengah, dan bawah.

Dok iPrice--Grafis keterjangkauan harga ponsel bagi warga Indonesia

Hasilnya, dengan rata-rata gaji per bulan Rp3,8 juta, masyarakat Indonesia dapat membeli ponsel pintar tercepat setelah menabung 10% dari gajinya selama 5,2 bulan. 

Ponsel pintar yang bisa dijangkau dalam jangka waktu tersebut adalah Oppo dan Vivo dengan spesifikasi terendah. Tapi, kalau mereka menunggu hingga 6 dan 8,9 bulan maka mereka dapat membeli ponsel pintar Samsung dan Apple dengan spesifikasi yang mirip. 

Berbeda dengan kelas bawah, ternyata brand Samsung justru menjadi salah satu ponsel intar yang dapat dijangkau lebih cepat pada kelas menengah, yaitu selama 21,9 bulan. Sedangkan Vivo memiliki harga yang lebih tinggi pada kelas ini, sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama juga yaitu selama 23,2 bulan. 

Hal ini berbanding terbalik dengan Apple dan Oppo yang mempertahankan posisinya masing-masing sebagai ponsel pintar yang paling sulit dan mudah dijangkau, yaitu selama 27,3 dan 21,5 bulan.

Sedangkan untuk membeli ponsel pintar dengan spesifikasi kelas atas, masyarakat Indonesia membutuhkan waktu sekitar 3 tahun untuk menjangkau kelas ini. 

Tentunya Apple masih menjadi brand yang paling sulit dijangkau dengan waktu menabung hingga 41 bulan, diikuti Oppo yang membutuhkan 40,6 bulan, Samsung (39,4 bulan) dan Vivo (38,3 bulan).

Jadi, persentase pengguna ponsel pintar yang tinggi nampaknya belum bisa merefleksikan keterjangkauan harga smartphone untuk masyarakat Indonesia, terutama untuk brand Apple. 

Harga ponsel pintar kelas menengah saja umumnya mencapai lebih dari satu kali gaji bulanan rata-rata mereka. (RO/OL-1)

BERITA TERKAIT